Thursday, January 5, 2012

Menuangkan Harapan dan Cita melalui Tulisan


Palembang,
January 05, 2012

Setiap kita pasti memiliki suatu hobby tersendiri untuk mengisi waktu senggang kita dengan hal-hal yang menarik bagi kita untuk kita lakukan. Banyak hal yang bisa kita lakukan mulai dari kegiatan olahraga, traveling, nonton, baca buku/novel, sampai dengan main game.

Namun dari beberapa hobby di atas, yang menurut saya asik untuk di lakukan adalah menulis, ada beberapa alasan mengapa saya sangat suka sekali dengan hobby yang satu ini, yaitu:
  1. Menulis bisa membangun imajinasi kita terhadap sesuatu.
  2. Menulis mampu sebagai media curahan isi pikiran kita mengenai sesuatu, sehingga kita bisa "curhat" mengenai apapun yang masih dalam garis-garis kesantunan dalam memposting suatu tulisan yang baik.
  3. Menulis mampu menghilangkan rasa jenuh akan sesuatu, karena seakan-akan kita bisa meluapkan segala emosi yang ada di jiwa raga.
  4. Menulis mampu terus melatih untuk otak kita terus berpikir kritis dan kreatif dalam melakukan segala hal.
  5. Menulis juga mampu membantu kita untuk bekerja dengan baik, karena kita terbiasa untuk imajinatif, mampu dengan mudah menuangkan isi pikiran melalui tulisan yang mudah di mengerti orang lain, sehingga ketika di dunia bekerja pun, akan membantu kita dalam membuat program, surat, proposal pekerjaan di kantor.

Poin terpenting bagi saya dalam hobby menulis adalah saya bisa tertegun untuk berpikir dan menuangkan segala isi perasaan, isi pikiran saya kedalam suatu tulisan yang bisa membuat saya nyaman untuk melakukan hal tersebut. Saya sering menuangkan pandangan saya terhadap sesuatu hal dengan tulisan, saya sering menuangkan rasa ketidak setujuan dan kritikan melalui tulisan, dan kadang saya menangis dengan tulisan.

Saya terobsesi untuk menulis sebuah buku nanti, tidak berharap menjadi penulis besar, namun hanya sebagai "Pelampiasan Nafsu" untuk "Menelanjangi" isi pikiran saya dalam bentuk tulisan yang mudah di mengerti dan di terima masyarakat luas..

Amin, Someday I will..

Thursday, December 29, 2011

Pemimpin yang Baik


Palembang,
31 Desember 2011

Seringkali saya mengikuti leadership course mulai sejak duduk di bangku kuliah, sampai dengan pendidikan di s2, dan juga di pekerjaan di perusahaan sebelumnya tentang bagaimana menjadi leader yang baik.

Kita pasti pernah mendengar istilah berikut pada saat kita masih duduk di sekolah dasar yaitu istilah jawa sangsekerta "ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karsa, tut wuri handayani". Yang merupakan filsafah yang di utarakan oleh Mendiang Ki Hajar Dewatara yang pernah menjadi Menteri Pendidikan Nasional. Dari falsafah ini ada beberapa poin penting untuk menjadi pemimpin yang baik yaitu:
  • Seorang pemimpin sejati ketika berada di posisi depan, seorang pemimpin yang baik harus memberkan contoh yang baik kepada bawahannya, lebih bijak dalam melakukan sesuatu, sehingga pemimpin tersebut menjadi reference person bagi bawahannya, sehingga tentunya menjadi contoh prilaku yang baik.

Ada sosok yang saya kagumi dan masih menjadi reference saya, di antara yang sangat saya kagumi adalah Pak Setya Rahadi (Country HRD Director di Fujitsu), pada saat dulu masih di bimbing beliau di program Fresh Graduate Development Program di Hewlett-Packard Indonesia. saya selalu sangat mengidolakan sosok beliau yang baik,cerdas,ramah, tegas, dan juga menjadi sosok yang penting dalam memberikan motivasi kepada lingkungan kerjanya.

Sosok lain adalah Pak I Ketut Susila Dharma, beliau adalah salah satu GM di perusahaan saya saat ini, beliau memiliki leadership yang sangat baik, bisa menghargai bawahannya, walah kita hanya sebagai seorang staff, hal kecil yang sangat saya apresiasi adalah beliau selalu memangil kami mas, dan beliau selalu memberikan arahan dan perbaikan yang baik kepada bawahannya, sehingga kita merasa nyaman ketika bekerja.

Sosok lain yang pernah berada di lingkungan saya adalah Sosok Pak Budhi Swandito, beliau adalah salah satu Manager yang sangat rendah hati, sangat ngayomi, dan selalu mengajarkan tentang makna kehidupan, bahwa hidup itu tidak harus hanya bekerja-bekerja, namun juga harus seimbang dengan ibadah. Saya sangat kagum dengan beliau dengan kesederhanaannya, dan rasa kekeluargaannya. Bawahannya bukan hanya di kantor saja, namun juga sekaligus menjadi saudara, sehingga hubungannya sangat erat.

Dari ketiga sosok ini, saya mengambil kesimpulan bahwa sosok pemimpin yang baik adalah sosok yang bisa menjadi teladan, reference person bagi bawahannya, dan menjadi sosok yang si senangi oleh semua orang, bukan orang yang dengan kekuasaannya memaksa bawahannya untuk melakukan sesuatu sesuai keinginannya.

  • Seorang pemimpin ketika berada di tengah-tengah mampu menjadi generator dalam membangun team yang mampu berkinerja dengan baik,

Sebagai seorang generator, pemimpin yang baik akan mampu memberikan suasana yang kondusif bagi bawahannya, sehingga mampu bekerjasama, berkoordinasi, dan bersinergi dengan baik dalam mencapai tujuan organisasi, sehingga berbagai hal yang muncul bisa di selesaikan secara bersama-sama, dan tentunya selalu bijak dalam mengambil keputusan, dan mementingkan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi.

  • Seorang pemimpin yang baik akan berada di belakang untuk memberikan dorongan dan motiovasi kepada bawahannya sehingga team akan menjadi bersemangat dalam mencapai tujuan organisasi.

Pemimpin akan mampu memberi motivasi, dorongan sehingga teamnya akan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu. Motivasi disini bukan dengan ancaman, namun dengan konseling yang baik, memberikan rangsangan reward, dsb, sehingga bawahan akan bekerja dengan baik dan sesuai target.

Sangat sulit kita menemui sosok pemimpin sejati, namun berusahalah menjadi pemimpin dalam diri sendiri, dan jadilah pribadi yang lebih baik dan selalu rendah hati.

Selamat Tahun baru 2012, semoga di tahun 2012, kita menjadi lebih baik lagi. Amin

Saturday, December 10, 2011

Kehidupan Masa Lalu dan Mimpi


Palembang,
10 Desember 2011.

Hampir sekitar 6 bulan ini saya tidak lagi mengupdate beberapa tulisan pun di blog pribadi saya ini. Namun kali ini saya terusik untuk menulis sebuah tulisan sederhana mengenai kehidupan kita, mimpi dan harapan kita di masa yang akan datang. Hal ini terinspirasi, karena saya kembali melihat kembali album-album foto saya sewaktu masih kuliah sekitar 6-7 tahun yang lalu di Universitas Andalas, Padang.

Bermula saya menerima Sepucuk Surat dari Universitas Andalas, pada cawu terakhir sebelum EBTANAS tahun 2003 di SMUN 2 Jambi, dan sangat bersyukur saya waktu itu, saya di nyatakan lulus di Fakultas Ekonomi Unand Padang. Dan mulai saat itu, saya mulai hidup mandiri sebagai seorang mahasiswa yang jauh dari keluarga dan hidup mandiri sebagai anak kos di Kota Padang, yang jaraknya hampir 12 Jam perjalanan dari Kota Jambi.

Saya mulai bekerja keras untuk menjadi yang terbaik di kelas, mendapatkan IPK terbaik, dan mengikuti banyak organisasi untuk melatih soft skill saya dalam berorganisasi di kehidupan kampus, mulai organisasi islami, kedaerahan, keuangan, internasional sampai dengan organisasi BEM Universitas, yang nota bene membuat saya mudah bergaul, dan cukup di kenal di jurusan, dan Fakultas.

Banyak kisah suka dan duka yang saya alami ketika masih duduk sebagai mahasiswa di Kota Padang, mulai dari mahalnya buku kuliah yang harganya Ratusan Ribu Rupiah, masak nasi sendiri menggunakan kompor minyak tanah (karena di kos tidak boleh menggunakan rice cooker), dan kesulitan-kesulitan lain. Namun saya tetap tuff untuk terus berusaha menjadi yang terbaik, untuk membahagiakan keluarga saya.

Ada kisah duka lain yaitu, saya menyukai salah satu mahasiswi satu jurusan, saya menggaguminya karena wanita ini sangat manis, lemah lembut, berjilbab dan sederhana. Hampir 2 kali saya nyatakan cinta kepadanya, namun di tolak. Mungkin bukan jodoh, pikir saya. Sudah lah life must go on. hehe

Terkadang dalam hidup kita harus memiliki mimpi yang nota bene akan membuat kita memiliki eagerness untuk melakukan yang terbaik untuk mewujudkan mimpi kita tersebut.

Foto di tulisan ini, saya ambil pada saat saya menjadi head of Pojok BEJ sekarang menjadi POJOK BEI di Universitas Andalas sekitar 7 tahun silam. Saya bermimpi suatu saat saya akan menjadi orang yang membanggakan kedua orang tua saya yang sangat saya cintai.

Terkadang kita merasa ragu untuk memilih suatu keputusan, namun pilihlah sesuatu tersebut dengan tulus, dan ikhlash, serta di iringi dengan doa, dan restu dari Ibu, Insyallah apa yang kita pilih, akan di Ridhoi oleh Allah.

Apapun yang kita lakukan saat ini, tekunilah, jangan takut untuk menghadapi masa depan, karena masa depan masih jauh untuk kita hadapi dan kita perjuangkan untuk kehidupan kita yang lebih baik.

Tuesday, August 23, 2011

Mengejar Waktu


Palembang,
24 Agustus 2011

Waktu sangat cepat berlalu dengan keanekaragaman polah prilaku kita terhadap sesuatu. Kita seolah-olah tersihir untuk kemegahan dunia ini. Kita seakan-akan melupakan waktu yang tersisa di hidup kita, dan melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya kita lakukan.

Kita seringkali melakukan pemborosan waktu untuk hal-hal yang tidak di inginkan, kita seringkali menghabiskan waktu kita untuk hal-hal yang tidak baik, pergi ke tempat hiburan malam, dsb yang membuat kita seolah-olah bisa menghilangkan masalah yang kita hadapi.

Waktu memang akan terus berlalu, dan kita akan tetap terpaku pada waktu sampai kita mencapai kematian kita. Kita tidak akan tau kapan kita akan menjemput ajal kita, sehingga kita terkadang terlena untuk terbiasa melupakan waktu yang tersisa kita untuk melakukan hal-hal yang baik, dan mengabdi kepada Allah SWT.

Lahir, Remaja, Dewasa, Sakit dan kematian, adalah hal-hal yang terjadi dalam kehidupan ini. Jadi, ayo kejar waktu kita dan gunakan untuk hal-hal yang positif.

Wednesday, August 17, 2011

Cita, Mimpi dan Kenyataan


Palembang,
17 Agustus 2011

Hari ini adalah peringatan Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ke 66. Tentunya angka 66 merupakan angka yang cukup uzur seandainya di analogikan umur manusia. Di penghujung waktu yang telah mencapai usia kedewasaan dan kemapanaan ini, banyak doa yang saya panjatkan untuk Indonesia, agar negara kita terbebas dari korupsi, menjadi negara yang makmur, adil dan merata.

Tahun 2008, sewaktu saya masih dinas di Bandar Lampung. Saya bermimpin bahwa ketika saya berumur 25 tahun saya bisa memiliki rumah dan kendaraan dari hasil jerih payah sendiri dan juga bisa melanjutkan pendidikan strata 2. Alhamdulillah dengan kerja keras serta doa orang tua, di umur 25 saya bisa membeli sebuah rumah di dekat kediaman orang tua saya di Jambi, dan bisa memiliki sedan impian saya, Alhamdulillah, sekarang juga saya hampir menyelesaikan strata s2 saya di unsri. Terima kasih ya Robb, atas kemudahan dan keberkahan yang engkat berikan.

Setiap kita pasti memiliki mimpi, cita dan angan untuk apa yang ingin kita dapatkan dengan perjuangan, usaha dan tentunya di iringi dengan doa kepada Tuhan, kita akan berjuang keras untuk mewujudkan impian kita tersebut.

Maka teruslah bermimpi untuk kita lebih baik, dan terpenting selalu berbagi dengan orang yang tidak mampu, selalu ikhlash, selalu bersyukur dan tetap berjuan untuk maju.

Mimpi saya yang ingin saya wujudkan adalah saya ingin menikah, Ya Robb tunjukan jodohku yang ada di mimpiku, yang bisa membuatku tersenyum ketika aku sedih, membuatku bahagia dikalau aku gundah, menemaniku selalu saat ku senang, dan membuatku tenang dan bahagia dalam menjalani kehidupan ini untuk mengabdi kepada Mu ya Robb.

Terkadang saya merasa sepi dengan kesendirian ini, saya butuh pendamping yang selalu menemani rasa sepi ini. :)

Ya Robb, kabulkan permintaan hamba mu ini... hamba ingin memenuhi setengah perintah Agama Mu ya Robb... Semoga Hamba mendapat pendamping yang Engkau ridhoi.. Amin

Friday, August 12, 2011

Karir Professional di Perusahaan atau Menjadi Abdi Negara


Palembang,
13 Agustus 2011

Seringkali kita mendengar kesuksesan seseorang di ukur ketika seorang anak menjadi abdi negara dengan menjadi Pegawai Negeri Sipil, sehingga untuk menjadi PNS, orang tua akan berusaha mati-matian sampai mengeluarkan uang puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk memasukan anaknya menjadi seorang pegawai negeri sipil.

Incase saya berbicara kebanyakan fakta yang terjadi di masyarakat, tidak mendiskreditkan person atau kelompok tertentu. Hanya ingin berbagi ide atau pikiran yang ada di dalam pikiran saya, kenapa hal ini terjadi. Orang berbondong-bondong untuk menjadi seorang PNS untuk mendapatkan Prestigious status, katanya "future life", atau agar di terima menjadi menantu... Thats what we call life.. Hal ini saya banyak temui di berbagai daerah, semisal di Jambi, Bengkulu, sampai di Palembang juga masih terjadi demikian, persepsi masyarakat yang menyatakan bahwa ketika seseorang menjadi PNS merupakan tolak ukur kemapanan, dan kesuksesan seseorang.

Coba kita bayangkan, pertama kali masuk menjadi CPNS, seseorang harus mengeluarkan uang Rp 120.000.000,- dan mendapatkan gaji Rp 1,8 Juta. Apa yang di dapat tentunya tidak sebanding dengan nilai nominal yang di keluarkan, but sering kita mendengar "seseran", yup yah uang yang di dapat dari hasil ini sangat luar biasa nominalnya, bahwa berkali lipat dari gaji pokok yang di terima mereka.

Coba kita bayangkan, seseorang yang berjuang keras untuk mendapatkan pekerjaan di jalur lain menjadi professional semisal di bidang IT dengan entry level di berikan renumerasi sekitar 4 Jutaan untuk fresh graduate, atau di oil and gas industry di range 8-14 juta, ataupun di telco company di range 7-11 Juta tentunya sangat menggiurkan. Dengan pengalaman, skill, dan kemampuan lain, seseorang professional di bidang ini akan mendapatkan renumerasi yang cukup baik.

Thats what we call life, terkadang kita harus memilih pilihan hidup kita, menurut hemat saya setalah hampir 8 tahun hidup jauh dari orang tua untuk menempuh pendidikan kuliah dan bekerja saya memutuskan untuk menyimpulkan beberapa hal terkait memilih pekerjaan bagi kita:
- Pilihlah pekerjaan yang membuat engkau nyaman dan tenang disana.
- Pilihlah pekerjaan yang membuat engkau jauh dari Korupsi, karena uang yang engkau dapatkan akan di makan oleh keluarga, tentunya kita tidak mau memberikan makan uang haram ke keluarga kita.
- Professional di bidang anda, dan carilah profesi di industri yang menjanjikan.

Based on Survey, Dunia Telekomunikasi masih memberikan renumerasi yang baik bagi karyawannya, karena di bisnis ini memiliki Revenue yang cukup besar, contohnya salah satu perusahaan Telekomunikasi terbesar di Negeri ini, dengan hanya memiliki jumlah karyawan 4000 orang, Revenue yang di dapatkan melebihi Bank terprofit dan terbesar di negeri ini, sehingga perusahaan akan memberikan renumerasi yang baik bagi para karyawannya sampai dengan 25 kali gaji pertahun.

Selain itu, bidang yang menjanjikan adalah oil and gas industry, disini renumerasi yang di berikan sangat menggiurkan. Namun terpenting, dalam bidang-bidang yang menjanjikan ini, perusahaan akan mencari talent tertentu sesuai kebutuhan perusahaan, sehingga untuk seleksi masuknya saja sangat susah.

Dan yang terpenting, hidup harus bersyukur, karena sebesar apapun gaji yang kita terima, tetapi kita tidak bersyukur, maka hal tersebut tidak berarti apa-apa.

Notes:
Penulis tidak bermaksud untuk mendeskreditkan posisi atau pekerjaan tertentu, hanya terenyuh untuk menulis dari hasil pikiran dan renungan pribadi penulis.

Menulis dengan HATI


Palembang,
13 Agustus 2011,

Tiba-tiba terbangun dari tidurku malam ini, sehingga sampai detik ini pukul menunjukan 02:18 saya masih tetap terjaga sembari menunggu sahur. Sembari menikmati kesendirian untuk berpikir, merenung, dan berharap apapun yang akan terjadi esok akan menjadikan kita lebih baik lagi.

Sudah cukup lama sekali saya terjibaku dengan pekerjaan sehingga agak terlupakan untuk sekedar bercengkrama dengan menulis di blog ini. Dengan berjalannya waktu, saya agak terhenyak ketika menyadari bahwa semakin tua usia kita, semakin banyak dosa yang kita perbuat, dan semakin sedikit waktu kita untuk memperbaiki diri untuk menjadi manusia yang di beri petunjuknya selalu.

Terhentak kaget saya, karena orkes keliling di kampung saya yang membangunkan kami untuk sahur di hari ke tiga belas bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Ya Robb, beru selalu nikmat Mu untuk kami bisa menjalankan ibadahMu di tahun-tahun yang akan datang.

Sudah lama saya menginginkan untuk menulis di blog ini, namun banyak waktu yang tersisa saya maksimalkan untuk beristrahat, karena sangat lelah bekerja untuk mencari sesuap nasi.. :) Namun saya selalu bersyukur dengan apa yang saya lakukan, karena ketika kita melihat kebawah, masih banyak tetangga, rekan kita yang masih kesusahan, dan kita harus banyak-banyak bersyukur untuk segala nikmat yang diberi oleh Allah kepada kita semua... Alhamdulillah.

Pagi terus menjemput alam ini, dinginnya malam tetap tidak mempengaruhi saya untuk pergi ke peraduan, namun menginspirasikan saya untuk terus menulis.

Selamat Pagi Teman, selamat menunaikan ibadah Puasa bagi anda yang menjalankan, Dan selalu bersyukur dengan apa yang anda dapatkan. Dan selalu berbuat baiklah kepada orang lain, dan selalu menjadi orang-orang yang sabar..