Friday, November 2, 2012

Roda Kehidupan



Bengkulu,
04 Desember, 2012

Roda kehidupan selalu naik turun, terkadang kita berada dibawah, tertatih-tatih dalam menjalani kehidupan ini, dan terkadang kita berada diatas, dengan segala kenikmatan yang kita dapatkan.

Seperti Roda, Kehidupan selalu berputar, sehingga membuat warna yang berbeda bagi kehidupan kita, menjadi suatu makna tersendiri yang harus kita pahami bahwa sesulit dan sesenang apapun kondisi yang kita hadapi, kita harus menghadapi kehidupan ini dengan istiqomah, sabar, dan selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki, karena banyak orang lain yang lebih susah dari kita. Maka Syukurilah nikmat yang kita miliki, maka Allah SWT akan menambah nikmat kita, dan nikmat yang ada itu menjadi Barokah.

Satu hal yang selalu kita hadapi dalam kehidupan adalah MASALAH, setiap kita pasti memiliki masalahnya sendiri-sendiri, yang berbeda adalah tingkat kesulitan masalah yang kita hadapi, dan bagaimana kita sebagai manusia bisa menghadapi masalah tersebut dengan dewasa, bijak, dan kesabaran diri.

Jodoh, Maut, dan Rejeki telah ditentukan oleh Allah, maka kita sebagai Hamba Allah, tinggal melaksanakan apa yang menjadi kewajiban kita dengan baik, dan tentunya menjauhi segala larangannya, tanpa harus mengeluh, putus asa, dan tidak pernah bersyukur kepada Allah SWT.

Setiap kita pasti mengalami kegagalan, dan saya yakin dengan kegagalan itu, kita akan mendapat yang terbaik bagi kehidupan kita. Terkadang sangat sulit untuk melepas sesuatu yang sangat kita cintai, sayangi, namun terkadang kita harus melepas sesuatu itu, karena segala sesuatu di muka bumi ini tidak ada yang kekal, hanya Allah SWT yang Abadi di Alam Semesta ini.

"Jangan terlalu mencintai sesuatu yang kamu sangat sukai, karena suatu waktu nanti kamu akan kehilangannya. Dan Janganlah kami membenci berlebihan terhadap sesuatu, karena suatu saat sesuatu yang kamu benci akan kamu cintai". Ini adalah filosofi kehidupan bagaimana Cinta dan Benci itu adalah satu kesatuan.

Janganlah engkau berkecil hati, selalu mengeluh, dan putus asa. Jadilah kita menjadi pribadi yang kuat dan tegar untuk menghadapi semua masalah yang kita hadapi, dan selalu istiqomah dan bersyukur sehingga kita menjadi hamba yang di cintai oleh Allah SWT.

Tetap Semangat, Cheers.

Saturday, September 15, 2012

Cerita dibalik Kesuksesan HONDA ada SOICHIRO HONDA





 Bengkulu,
16 September 2012.

Berikut adalah cerita mengenai kesuksesan seseorang dibangun dari kerja keras dan mimpi. Cerita ini akan menginspirasi kita semua bahwa seorang pendiri Honda tidak serta merta dengan mudah membangun perusahaan raksasa otomotif ini. Beliau (Soichiro Honda-red) harus mengalami naik turun pahitnya kehidupan, sebelum usaha beliau sukses dengan kegigihan, ketekunan, ketelatenan, keuletan, kesabaran, dan passion beliau yang tinggi didunia otomotif.

Cerita ini semoga menginspirasi bagi kita semua untuk menjadi lebih baik dan bisa menggapai mimpi-mimpi kita.

Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda – diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.

Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…
Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.
Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.
Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.

Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah – pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947,setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapatmenjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” – cikal bakal lahirnya mobil Honda – itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia.

Soichiro Honda mengatakan, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi itu menjadi kenyataan.

Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorangdengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin. Jadi buat apa kita putus asa bersusah hati merenungi nasib dan kegagalan. Tetaplah tegar dan teruslah berusaha, lihatlah Honda sang “Raja” jalanan.

Pasar Data Semakin Menggeliat


Bengkulu,
September 16, 2012

Pertumbuhan Pasar Data di Indonesia semakin bertumbuh pesat, hal ini disebabkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat Indonesia akan koneksi Internet di Indonesia, baik berupa Produk Fixline maupun Broadband Mobile GSM.

Let's Say, untuk Fixline beberapa provider yang menawarkan paket data dengan teknologi kabel ini seperti Speedy, First Media, dan Biznet yang merupakan pemain besar khususnya di Jakarta. Namun didaerah, Speedy masih menguasai pasar Internet melalui Fixline, karena infrastukturnya lebih memadai dibandingkan para pesaingnya.

Untuk Provider Broadband Mobile GSM, cukup banyak sekali pemain yang bersaing merebut pelanggan dengan teknologi 3,75 G seperti The Big Three Operator (Telkomsel, Indosat, XL), Axis dan Tri. Bahkan persaingan di pasar ini juga terasa dipasar CDMA Seperti Flexinet, Aha dari ESIA, dan Smart. Sebenarnya selain itu pasar ini juga di perebutkan oleh Internet Service Provider lokal yang ada, dimana mereka memberikan paket-paket wifi khusus ke pemukiman/perumahan penduduk dengan harga competitif.

Beberapa operator GSM misalnya mereka sibuk fokus pada pembangunan Node B (BTS 3G), dimana dengan adanya penambahan coverage 3G atau peningkatan kapasitas 3G akan meningkatkan QOS kepada pelanggan sehingga akses internet menjadi lebih baik. Operator Telekomunikasi yang bisa memberikan customer experience yang baik, tentunya akan meleverage jumlah pelanggan di data ini, selain itu juga harga paket data yang semakin murah yang ditawarkan operator menjadikan Kue Bisnis yang menyumbang hampir 30% Pendapatan Operator saat ini menjadikan produk andalan operator untuk mendulang pundi-pundi Revenue.

Beberapa operator Follower melakukan counter attack kepada operator the big three untuk di layanan data ini, sebut saja Tri, dimana Tri fokus melakukan gelaran Node-B di ibukota provinsi, dan menawarkan produk dengan harga yang competitive, hal ini jika kita menilik lebih dalam bahwa, mereka fokus untuk menggarap segmen youth, dan Segmen internet khususnya di Ibu kota Provinsi. Incase, di luar ibukota Kabupatan Kualitas Sinyal mereka sangat jelek bahkan tidak terdapat sinyal sama sekali.

Karena posisi kosong di kapasitas Tri, tentunya QOS mereka akan naik. Namun disuatu titik saya yakin QOS mereka semakin menurun dengan semakin menurunnya customer experience Tri dalam menggunakan Internet hal ini dikarenakan kapasitas 3Gnya yang padat. Hal ini merupakan hal yang lumrah dan di alami semua operator. Operator yang terus meningkatkan kapasitas dan Coverage 3Gnya dan memberikan pengalaman yang baiklah dan akan memenangkan pasar di Bisnis Baru ini.

Semakin ketatnya persaingan merebut pelanggan di pasar First Curve yaitu pasar yang membutuhkan paket basic service (Voice dan SMS) yang membuat beberapa operator harus mengalami kerugian, tentunya Ekspektasi di Second Curve ini menjadi Harapan baru bagi operator untuk bisa meleverage Revenue mereka. Beberapa operator yang terus mengalami kerugian dan tidak bertahan di fase kedua Telekomunikasi inilah yang kedepannya akan melakukan corporate action seperti merger, akuisisi, ataubahkan Collaps.

Dengan Smartphone yang harganya semakin murah dan mudah didapat dipasaran, membuat pasar ini terus tumbuh, hal ini juga didukung taraf kehidupan masyarakat yang semakin meningkat, maka menggunakan Smartphone, Tablet, Modem tidak sekedar menjadi gaya hidup, namun juga sebagai kebutuhan bagi masyarakat untuk bisa terkoneksi satu sama lain.

Saturday, August 18, 2012

Anak Seribu Impian

Jambi, 
18 Agustus 2012

Disuatu desa, di pedalaman Kota Sungai Penuh, Kerinci, Jambi ada seorang anak bernama Dony. Dony berumur 8 tahun saat ini, dan sedang duduk dikelas 3 SD. Dony adalah salah satu anak yang kurang mampu di desanya, dia harus berjuang membantu mencari uang untuk membantu ayah dan ibunya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Setiap hari sepulang sekolah, Dony harus mengembala kerbau tetangganya, dengan upah Rp 5000 sehari, Dony bisa menabung dan membantu kedua orang tuanya. Walaupun secara materi tidak seberuntung teman-temannya, Dony tetap terus tersenyum dan ceria untuk tetap bermain, belajar, dan menggembala kerbau di ladang rumput di desanya.

Setiap musim liburan tiba, bukanlah menjadi waktu liburan bagi Dony, namun waktu baginya untuk mencari pekerjaan untuk membantu keluarganya, dia sudah terbiasa menjadi kuli panggul di pasar kalangan di kampungnya, membantu warga desa untuk membersihkan ladang atau sawah, memanen padi, serta pekerjaan lain yang membuat dia mendapatkan Rupiah demi Rupiah yang sangat berarti baginya.

Cuplikan Cerpen diatas, adalah salah satu impian saya untuk menulis salah satu novel yang berjudul "Anak Seribu Impian", yang merupakan novel motivasi bahwa seorang anak laki-laki dari keluarga sederhana bisa meraih mimpi-mimpinya untuk menjadi anak yang bisa membagahiakan keluarganya di pedalaman desa yang terbatas akan pendidikan dan fasilitas lainnya.

Jika kita menilik cerita diatas, pada saat kita melihat orang-orang disekitar kita, tentunya kita tersadar bahwa banyak orang di sekeliling kita yang kurang mampu dan layak dibantu. Kita patut bersyukur kita bisa dengan nyaman tidur di tempat yang nyaman, bisa makan makanan yang lezat, bisa berselancar di Internet di kamar sendiri, bisa jalan-jalan kapanpun kita mau. Coba kita bandingkan dengan mereka, hanya untuk makan saja mereka harus berjuang, dan belum tentu sehari makan 3 kali seperti kita, terkadang mereka harus berpuasa dan menahan lapar.

Dibandingkan mereka, kita bisa leluasa memilih sekolah untuk melanjutkan study kita. Coba bandingkan mereka, banyak dari mereka yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena untuk urusan perut saja masih susah.

Sahabat, dan Para Blogger yang mungkin berkunjung ke blog sederhana ini, jika kita bisa menyisihkan sedikit rejeki kita, bisa memberikan "uang jajan" kita untuk mereka, maka berbagi lah. Berbagi tidak harus dilakukan pada saat Bulan Ramadhan ini, namun berbagi bisa kita lakukan kapan saja, berbagilah dengan orang-orang yang ada di sekeliling kita. Bantuan yang sedikit bagi kita, sangat berarti bagi mereka.

Semoga kita dilapangkan Rejeki kita, untuk kita bisa saling berbagi kepada kaum dhuafa. Amin

Sunday, August 12, 2012

Gaji di Perusahaan Telekomunikasi



Bengkulu,
13 Agustus 2012

Jika kita berbicara Gaji, memang menjadi topik yang sangat menarik, hal ini berlaku untuk semua sektor industri, para pemburu pekerjaan akan berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain yang memberikan remuneration package yang menarik, bahkan aksi bajak membajak para professional juga salah satu aspek yang diberikan yaitu sistem renumerasi yang lebih baik.

Perkembangan Industri Telekomunikasi di Indonesia hampir dua dasarwarsa ini diwarnai dengan 11 operator yang tentunya membutuhkan tenaga professional baik enginner maupun di marketing dan sales membuat aksi bajak membajak karyawan menjadi hal yang lumrah, hal ini tentunya didasari desakan perusahaan untuk memiliki karyawan yang siap pakai, berpengalaman, dan bisa meleverage bisnis perusahaan untuk terus tumbuh secara sustainability. 

Namun ada beberapa perusahaan yang secara konsisten membangun ekosistem dan pengembangan karyawannya dari bawah, sehingga pengembangan karir untuk pos-pos tertantu perusahaan tidak perlu lagi untuk mencari karyawan diluar perusahaan, sehingga karir karir karyawan diperusahaan Telekomunikasi ini memang benar-benar dari bawah atau staff. Perusahaan yang melakukan hal tersebut adalah Telkomsel dan Telkom (hal ini based on pengamatan penulis dikedua perusahaan tersebut).

Terus sebenarnya Gaji di Telkomsel dan Telkom berapa sih?...
Untuk sekedar sharing untuk para fresh graduate dan yang masih mencari pekerjaan Telkomsel dan Telkom secara Industri Telekomunikasi masih menempati posisi tertinggi dalam memberikan renumeration package kepada karyawannya. Di Telkomsel misalnya biasanya untuk karyawan baru yang telah lulus seleksi akan melalui proses berikut:

  1. Probation Phase
Disini pada karyawan baru akan melalui masa uji coba selama satu tahun (masa prajab), dengan range uang saku yang diterimanya sekitar 5 Juta Rupiah (belum termasuk lembur, SPJ).

  2. Karyawan.
Pada saat setelah lulus masa probation karyawan baru tersebut akan mendapatkan full salary, dengan range gaji > 5 juta Rupiah dengan secara total setahun mendapatkan 24,75 - 26 kali gaji (Belum termasuk lembur dan SPJ).

Dengan bisnis volume puluhan triliunan Rupiah membuat kedua perusahaan tersebut memberikan renumerasi yang cukup baik dibandingkan perusahaan sejenis di Industri Telekomunikasi. Sehingga di kedua perusahaan tersebut, turnover karyawan tidak terlu tinggi (>3%), karena faktor yang menyebabkan karyawan betah bekerja disuatu perusahaan selain kenyamanan suasana pekerjaan, gaji yang menarik, serta career path yang jelas, menjadi faktor-faktor yang membuat karyawan loyal untuk bekerja diperusahaan tersebut.

Namun yang terpenting bagi saya, gaji yang tinggi tidak menjadi faktor nomor 1 dalam hidup, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mensyukuri apa yang kita miliki dan bisa terus berbagi dengan sesama (orang lain yang tidak seberuntung kita). Semoga di Bulan ya penuh berkah ini kita selalu berbagi kepada orang yang kurang mampu. Amin

Menemukan Passion dalam Bekerja


Bengkulu,
12 Agustus 2012

Saya akan mencoba sedikit sharing mengenai passion atau spirit kita untuk bekerja, dalam hal ini dalam memilih pekerjaan yang sesuai dengan pribadi kita sehingga kita akan antusias dalam melakukan pekerjaan.

Dilema gonta-ganti perusahaan, atau loncat dari satu perusahaan ke perusahaan lain banyak dialami oleh semua orang khususnya fresh graduate yang terkadang masih belum menemukan titik passion sehingga mereka sering berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain yang berbeda industri. Hal ini dikarenakan alasan tidak nyaman, gaji tidak layak, di tempatkan di pelosok daerah, atau alasan jauh dari keluarga.

Jika saya perhatikan umur kritis fresh graduate ketika menghadapi masa galau untuk mencari passion di range 2-3 tahun masa bekerja, dimana pada range ini mereka berusaha untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan ekspektasinya, dan tentunya juga mencari kenyamanan sehingga mereka akan tetap stay diperusahaan tersebut.

Dari pengamatan saya, faktor-faktor yang membuat seseorang karyawan nyaman untuk bekerja dan stay diperusahaan tersebut adalah:
1. Status karyawan yang jelas (karyawan organik), hal ini membuat mereka tidak perlu mencari perusahaan lain yang lebih pasti, hal ini karena karyawan tetap (organik), tentunya memiliki kejelasan masa depan dibanding dengan karyawan kontrak.
2. Renumerasi yang baik. Perusahaan yang memberikan renumerasi yang baik bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri lainnya, akan membuat karyawannya nyaman dalam bekerja, karena tanpa perlu mencari penghasilan tambahan, karyawan tersebut sudah mendapatkan kesejahteraan yang lebih.
3. Perusahaan Bonafid. Perusahaan yang terkenal, bonafid, dan perusahaan yang berada di sektor oil and gas industry, telco, banking, mining merupakan perusahaan yang banyak sekali di incar oleh karyawan karena selain bonafid juga memberikan renumerasi yang sangat layak.
4. Suasana Kerja yang Nyaman. Perusahaan yang memberikan suasana yang nyaman dalam bekerja, seperti jam kerja yang jelas, lembur yang diberikan tambahan upah lembur, fasilitas perusahaan yang bisa dinikmati semua karyawan, hubungan yang baik dan intens dengan sesama karyawan, membuat karyawan akan betah dalam bekerja.
5. Career Path yang jelas. Tentunya setiap orang ingin maju dalam karirnya, sehingga perusahaan yang memberikan kejelasan career path bagi karyawannya akan menjadi nilai yang utama dan nilai lebih bagi karyawan untuk tetap stay diperusahaan tersebut.
6. Staffing karyawan yang tepat. Disini artinya perusahaan menempatkan karyawannya sesuai skill dan kemampuannya, sehingga penempatan ini akan membantu karyawan untuk tetap stay tune pada passionnya yang sangat berdampak positif terhadap produktivitas karyawannya.

Disini terlihat bahwa ada banyak hal yang membuat karyawan akan bertahan di suatu perusahaan, namun hal yang terpenting didalam bekerja menurut saya adalah ketika kita menemukan passion kita, maka tetap fokus dengan apa yang kita lakukan, berkreativitas, serta berusaha untuk memberikan yang terbaik. Saya yakin ketika kita bekerja dengan professional, jujur, teliti, dan santun kepada atasan dan sesama peer, akan membuat karir kita akan lebih baik. Karena kepintaran seseorang belum tentu membuat orang itu sukses di dunia pekerjaan, namun banyak faktor lain yang membuat orang tersebut bisa maju dan berkarir lebih tinggi lagi.

Satu pesan dari Pak Setya Rahadi yang saat ini menjadi HR Director di Fujitsu Indonesia kepada saya adalah "Love your profession not your company". Artinya walaupun kita berkarir diperusahaan yang berbeda-beda, namun kita tetap mencintai apa yang kita kerjaan, seandainya kita seorang engineer, fokus pada pekerjaan kita, selalu mau belajar untuk terus maju.

Carilah Passionmu, maka engkau akan berhasil.

Pengembangan E-Learning dalam Pengembangan Mutu Pendidikan berbasis Internet



Bengkulu,
12 Agustus 2012

Perkembangan dunia internet yang semakin maju, dan penyebaran akses internet yang semakin mudah, serta harga paket internet yang di tawarkan operator yang semakin murah membuat masyarakat Indonesia saat ini bisa menikmati Teknologi Internet dimana-mana.

Selain itu perkembangan Facebook dan Twitter sebagai media social networking yang sangat digandrungi Masyarakat Indonesia di hampir 5 tahun terakhir, membuat anak SD pun sudah mengenal Internet.


Di internet kita bisa menemukan satu aspek yang bisa dijadikan pembelajaran bagi anak didik di sekolah, sehingga dengan penerapan pendidikan berbasis e-learning akan tercipta masyarakat yang melek Teknologi Internet sejak dini, sehingga sistem pembelajaran berbasis internet, pengecekan nilai, chatting serta pengajaran berbasis web pun bisa dilakukan.

Saya sangat tertarik untuk menulis Penerapan E-Learning untuk peningkatan mutu pendidikan di suatu daerah hal ini didasarkan pada:
1. Penggunaan Internet yang maju di suatu negara merupakan salah satu poin penting bahwa suatu negara itu bisa dikatakan negara maju. Hal ini terlihat bahwa di Jepang semua orang sudah melek internet, hampir di setiap rumah sudah memiliki akses internet baik nirkabel maupun kabel, dan kita liat bahwa kualitas SDM di Jepang merupakan salah satu Negara yang memiliki kualitas SDM yang sangat maju, sehingga Jepang merupakan salah satu negara Maju di Dunia.

2. Sistem pembelajaran yang konvensional dimana siswa harus bertatap langsung di kelas menjadi tidak tepat jika siswa hanya mendapatkan ilmu dari kelas saja, dengan sistem pembelajaran e-Learning siswa akan mendapatkan materi yang sangat lebih tidak saja dari materi yang diberikan oleh Guru di Kelas, namun Siswa dapat mengeksplore mata pelajarannya dengan materi yang sangat banyak di internet yang bisa menjadi pustaka online di sistem pembelajaran tersebut.

3. Kemudahan Akses Internet hal ini dikarenakan mudah dan murahnya harga paket internet yang ditawarkan operator, sehingga sangat terjangkau untuk bisa akses internet riya tanpa harus ke warung internet. Selain itu juga, hampir di setiap sekolah telah memiliki akses internet nirkabel atau kabel yang bisa di nikmati oleh warga sekolah.

4. Pengembangan Sistem E-Learning di sekolah tidak perlu memiliki dana/modal yang besar, hal ini dikarenakan sekolah hanya perlu mempersiapkan:
  a. Infrastruktur Internet dan komputer Sekolah yang hampir di setiap sekolah telah memiliki lap komputer sendiri.
  b. Pengembangan E-Learning berbasis Web sekolah, materi bisa dibuat oleh setiap guru mata pelajaran dan bisa di unduh oleh siswa.
  c. Admin yang bertanggung jawab untuk maintanance web.

Saya yakin dengan pengembangan e-learning sistem pembelajaran di sekolah, akan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.