Thursday, January 8, 2009

Pengaruh BTS terhadap Kesehatan Manusia





Medan
January 8, 2009

Beberapa waktu yang lalu Temen saya bertanya kepada saya, apakah ada pengaruh Tower telekomunikasi (BTS) terhadap kesehatan masyarakat yang ada di bawah atau di sekitar BTS itu berada?, hal ini di karenakan tetangga beliau, atap rukonya akan di bangun BTS, namun warga disana menolak karena mereka berpikiran bahwa BTS itu berdampak buruk ke kesehatan manusia seperti halnya SUTET tegangan tinggi.

Dari literature yang saya baca, dan sering kali discuss dengan teman-teman yang pekerjaannya bersentuhan dengan BTS ini seperti devisi NO dan orang-orang SITAC (Site Acquisition) kalau BTS itu radiasinya sangat kecil sekali mempengaruhi kesehatan tubuh manusia, dan radiasi yang ada masih jauh di bawah ambang normal, jadi sebenarnya ketika dari pihak SITAC dan vendor bisa menjelaskan ke Penduduk dimana BTS itu akan di bangun bahwa pengaruhnya tidak ada ke tubuh manusia dan kesehatan.

Kita tidak dapat menyalahkan masyarakat yang salah kaprah dalam menyikapi tower telekomunikasi, karena memang mereka tidak mengetahui dan tidak mendapatkan informasi yang benar tentang apa dan bagaimana tower serta akibat yang dapat ditimbulkan oleh tower tersebut.

Tower telekomunikasi baik untuk pemancar Gelombang Micro Digital ( GMD ) maupun untuk BTS ( Base Transceiver System) pemancar HP, Untuk GMD biasanya memancarkan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 4 sampai 7 Ghz , dimana antara antenna pemancar dengan antenna penerima berjarak sekitar maksimum 60 Km dan harus LOS ( Line Of Side ) tidak ada obstackle ( penghalang ) yang menghalangi antara keduanya., biasanya dengan ketinggian diatas 40 meter dari permukaan tanah. 


Gelombang yang dipancarkan adalah gelombang ruang, merambat lurus diudara.
Sementara untuk BTS adalah memancarkan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi rendah berkisar antara 900 s/d 1800 Mhz., yang dipancarkan oleh antenna sektoral yang nantinya akan ditangkap oleh antenna HP pada masing-masing pelanggan HP.Secara teknologi gelombang radio dapat dinyatakan aman untuk kesehatan manusia dan peralatan listrik di rumah tangga. Sudah lama sekali gelombang radio dipergunakan manusia untuk komunikasi mulai dari Abraham Bell menemukan Telegraph, sampai kepada teknologi cellular saat ini, yang dapat memudahkan manusia untuk berkomunikasi satu dengan lainnya.

Tower Telekomunikasi dapat dibedakan dari bentuk dan konstruksinya, mulai dari yang sederhana berbentuk segi tiga, yang ditopang dengan tali agar tidak meliuk-liuk terkena hembusan angin, ini jenisnya adalah Tower Gaymas, yang mempunyai temberang sebagai suportingnya, keamanan dari tower ini paling bawah secara konstruksi, kalau bebannya berat maka dikhawatirkan patah dan menimpa sekitarnya.Jenis yang kedua adalah SST ( Self Suporting Tower ), dimana tower ini mempunyai konstruksi baja mempunyai kaki empat buah dengan fondasi tertanam kebawah tanah dengan kedalaman tertentu, besi rangka tower ini dilapisi dengan galvanis yang tahan samapai puluhan tahun tidak berkarat, lagi pula tower ini pemeliharaannya dengan mencat dengan cat khusus, anti karat, sehingga kemungkinan tower ini roboh sangat kecil, tinggi tower berfariasi tergantung kontur bumi, kalau kontur bumi datar maka diperlukan tower yang lebih tinggi, sementara kalau didaerah perbukitan, tower dibangun diatas puncak bukit dengan ketinggian yang relative rendah.
Tower Telekomunikasi berbeda dengan tower Listrik , yang ditopangnya adalah kabel yang dialiri oleh Saluran Umum Tegangan Extra Tinggi ( SUTET ), dimana arus listrik yang dilewatkannya adalah diatas 20.000 KV, sehingga menimbulkan radiasi listrik yang cukup besar.

Sementara tower Telekomunikasi yang ditopangnya adalah antenna yang memancarkan gelombang elektromagnetik atau kita sebut dengan gelombang radio, yang radiasinya berkisar berordo watt, sehingga belum sampai ketanah sudah hilang radiasinya itu.jadi boleh dikatakan aman untuk kesehatan manusia dan peralatan elektrik umah tangga.Sinyal BTS, tidak akan mengganggu frekuensi radio dan TV karena peralatan BTS bekerja pada gelombang 900 mhz dan 1.800 mhz. Sementara radio dan TV bekerja pada 100-600 mhz. Kekuatan tower pun tidak perlu diragukan, karena telah dirancang mampu menahan angin berkecepatan hingga 120 km/jam dan pondasi yang sangat kokoh di mana setiap cm2 mampu menahan beban hingga 225 kg.



"Berdasar penelitian WHO dan Fakultas Teknik UGM, BTS tidak terdapat radiasi yang membahayakan kesehatan manusia.level batas radiasi yang diperbolehkan menurut standar yang dikeluarkan WHO masing-masing 4,5 watt/m2 untuk perangkat yang menggunakan frekuensi 900 MHz dan 9 watt/m2 untuk 1.800 MHz. Sementara itu, standar yang dikeluarkan IEEE C95.1-1991 malah lebih tinggi lagi, yakni 6 watt/m2 untuk frekuensi 900 MHz dan 12 watt/m2 untuk perangkat berfrekuensi 1.800 MHz.“Umumnya, radiasi yang dihasilkan perangkat-perangkat yang digunakan operator seluler tidak saja di Indonesia, tapi juga seluruh dunia, masih jauh di bawah ambang batas standar sehingga relatif aman..Sejauh ini protes dan kekhawatir masyarakat terhadap dampak radiasi gelombang elektromagnetik yang dihasilkan perangkat telekomunikasi seluler lebih banyak datang dari mereka yang tinggal di sekitar tower BTS (base transceiver station).

Sejauh ini belum ada satu pun keluhan atau kekhawatiran akan dampak radiasi itu yang datang dari para pengguna telefon seluler. Padahal, jika dihitung-hitung, besarnya daya radiasi yang dihasilkan pesawat telepon seluler jauh lebih besar daripada radiasi tower BTS. Memang betul, daya dari frekuensi pesawat handphone sangat kecil, tapi karena jaraknya demikian dekat dengan tubuh kita, dampaknya juga lebih besar..Pernyataan tersebut didasarkan atas hasil perhitungan menggunakan rumus yang berlaku dalam menghitung besaran radiasi. Misalnya saja, pada tower BTS dengan frekuensi 1800 MHz daya yang digunakan rata-rata 20 watt dan pada frekuensi 900 MHz 40 watt, sedangkan pesawat handphone dengan frekuensi 1.800 MHz menggunakan daya sebesar 1 watt dan yang 900 MHz dayanya 2 watt.

Berdasarkan hasil perhitungan, pada jarak 1 meter (jalur pita pancar utama), tower BTS dengan frekuensi 1.800 MHz mengasilkan total daya radiasi sebesar 9,5 w/m2 dan pada jarak 12 meter akan menghasilkan total radiasi sebesar 0,55 w/m2. Untuk kasus tower yang memiliki tinggi 52 meter, berdasarkan hasil perhitungan, akan menghasilkan total radiasi sebesar 0,029 w/m2. “Jadi, kalau melihat hasil perhitungan demikian, sebenarnya angkanya sangat kecil sehingga orang yang tinggal di sekitar tower BTS cukup aman. Lagipula kalau tidak aman, bisnis sektor telekomunikasi pasti akan ditinggalkan konsumen.


Pada Tower juga dilengkapi dengan grounding atau system pentanahan, yang gunanya adalah penangkap petir, dimana kalau terjadi petir maka yang duluan disambar adalah kutub negative yang terdekat dengan awan atau ion positive , dimana pada puncak tower dipasang finial dari tembaga dan dialirkan ketanah dengan kabel BCC, sehingga aliran petir cepat mencapai tanah dan mengamankan daerah sekitarnya dari sambaran petir, karena sifat dari arus listrik adalah mencari jalan tependek mencapai tanah, dan hilang di netralisir oleh bumi.

Sehingga anggapan orang selama ini yang berpikir bahwa BTS atau Tower itu bermasalah bagi Kesehatan dan tubuh manusia sebenarnya perlu di luruskan, sehingga dengan adanya pembangunan BTS ini, komunikasi semakin lancar, dan tentunya masyarakat untung, Operator pun untung.

(Diolah dari berbagai sumber)

Wednesday, January 7, 2009

Paket SMS Makin Murah, Makin Banyak .SMS-an Pake Kartu As Hanya Rp.6,5/SMS


Medan

January 8, 2009

Tulisan ini saya kutip dari tulisan mas hadi di (http://hadicorcomm.wordpress.com) salah satu seorang karyawan di Telkomsel Regional Pelambang.
Dalam program terbarunya, Telkomsel mengeluarkan program yang sangat menarik bagi Pelanggan Kartu Asnya, dengan biaya sms yang sangat murah, sehingga saya rasa existing customer dan new customer akan tertarik akan selalu menggunakan Kartu AS yang affordable, kualitas terbaik, dan pelayanan yang baik yang di deliver oleh Telkomsel ke Pelanggannya.


Mengawali tahun baru Telkomsel memberikan kado spesial bagi pelanggan Kartu As dengan meluncurkan Paket SMS Murah yang makin hemat, hanya dengan Rp 2.000 pelanggan akan mendapatkan 300 SMS atau sekitar Rp 6,5/SMS ke seluruh 65 juta pelanggan Telkomsel atau lebih dari 50% pengguna selular di Indonesia.

Paket SMS Murah memberikan pilihan bagi para pelanggan yang hobi ber-SMS untuk dapat SMS-an dengan sangat murah sesuai kebutuhan, cukup akses *899# untuk membeli paket 300 SMS mulai pukul 00:00 – 17:00. Setelah sukses pelanggan akan dikenakan biaya Rp. 2.000 dan dapat langsung ber-SMS ke sesama nomer Telkomsel (kartuHALO, simPATI dan Kartu As) hingga pukul 19:00 hari yang sama dan tidak dapat diakumulasikan atau digunakan dihari berikutnya.

Seluruh paket SMS tersebut bersifat prioritas atau digunakan terlebih dahulu daripada Bonus SMS Promo lain maupun Bonus Telkomsel. Promo Paket SMS Mania ini berlaku hingga 31 Januari 2009. VP Marketing and CRM Telkomsel Ahmad Yunus mengatakan, ”Program ini merupakan kado spesial bagi pelanggan Kartu As, dimana kami melihat pola perilaku komunikasi pelanggannya yang gemar ber-SMS, yang umumnya saling ber-SMS ke sesama Telkomsel yang nomernya relatif sama. Paket SMS Murah terbaru ini kami hadirkan dengan tarif SMS yang makin murah bahkan dari sebelumnya, yakni sekitar Rp. 6,5/SMS.”

“Selain makin murah, pelanggan juga mendapatkan SMS yang makin banyak yakni 300 SMS. Promo ini bahkan dilengkapi dengan fasilitas baru yakni GIFT SMS, dimana pelanggan dapat memberikan paket SMS kepada sesama pengguna kartu As lainnya, dengan cukup mengakses *899# dan memillih menu GIFT,” ungkap Yunus.

“Kami berharap program ini dapat memberikan penghematan yang signifikan dalam anggaran komunikasi pelanggan, serta dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terlebih diawal tahun baru ini kebutuhan komunikasi meningkat untuk berbagi keriaan tahun baru, koordinasi maupun berbagi kabar dengan teman dan sahabat,” tambah Yunus.

Paket SMS Murah Kartu As ini melengkapi berbagai kemurahan yang telah diberikan Kartu As, seperti: bebas PPN 10 persen, nelpon murah ke semua operator ke seluruh Indonesia dengan tarif flat 24 jam penuh.

Sebagai kartu prabayar pertama di Indonesia yang memperkenalkan skema tarif perdetik dan flat, Kartu As dilengkapi dengan pilihan pulsa yang sangat terjangkau mulai Rp 5.000, Rp 10.000, hingga Rp 100.000. Telkomsel juga menanggung PPN 10% dari setiap isi pulsa, bahkan pembelian voucher fisik senilai Rp 25.000 akan mendapatkan pulsa senilai Rp 27.500 dan voucher fisik Rp 50.000 akan mendapatkan pulsa Rp 55.000.

Pelanggan Kartu As juga berkesempatan menikmati komunikasi murah lewat layanan Kartu As Chatbox, yakni chatting sepuasnya hanya dengan paket Rp 9.900/bulan dan bahkan sudah termasuk biaya akses datanya (GPRS/3G/HSDPA).

“Bagi kami tarif hemat wajib didukung dengan kemanfaatan produk yang dapat dirasakan langsung oleh pelanggan. Tarif yang semakin hemat ini akan semakin terasa karena pelanggan dapat menggunakan Kartu As-nya kapan pun dan di mana pun dilayani oleh jaringan terluas Telkomsel yang menjangkau hingga daerah terpencil dan bahari sekalipun. Pelanggan dilayani High Performance Network Telkomsel yang didukung oleh lebih dari 25.000 BTS termasuk sekitar 4.500 node B yang melayani lebih dari 95 persen populasi di Indonesia,” papar Yunus.

“Keunggulan kompetitif dari Kartu As di samping inovasi layanannya adalah jaringan terluas hingga pelosok dan ragam teknologi canggih yang memungkinkan pengimplementasian berbagi inovasi fitur layanan sesuai kebutuhan pelanggan, di mana Telkomsel merupakan satu-satunya operator yang dilengkapi dengan ragam teknologi berbasis GSM terlengkap mulai GPRS (General Packet Radio Service), EDGE (Enhanced Data rate GSM Evolution), hingga teknologi 3G/WCDMA/HSDPA,” pungkas Yunus.

Berbagai fasilitas Kartu As lainnya, antara lain: Mobile Wallet T-Cash, Wireless Broadband Flash, Layanan 3G, Mobile Banking, Push e-Mail, Transfer Pulsa, International Roaming, Blackberry, Nada Sambung Pribadi, Telkomsel Call Me 808 (komunikasi tetap terjalin walau kehabisan pulsa), serta Telkomsel Pelindung Dataku sebagai back-up data penting pelanggan.


Dengan fitur-fitur dan tarif yang murah ini, Telkomsel akan tetap menjadi best telco industry in Indonesia, karena selalu melakukan inovasi-inovasi dalam memanjakan pelanggannya.


Tuesday, January 6, 2009

Axis-GSM yang "baik" (PT. Natrindo Telepon Seluler)


Medan
January 7, 2008

Natrindo Telepon Seluler (NTS) yang dikenal dengan AXIS merupakan new entry player di Indonesia yang cukup agressive meramaikan bisnis Telekomunikasi di Indonesia.

Sebagai Pemain di GSM dan 3G di Indonesia, Axis mulai beroperasi di Jawa dan Sumatera, dimana NTS ini di dukung oleh Operator termuka di Asia yaitu Saudi Telecom Company dan Maxis Communication Berhard.

Pada waktu pertama kali launch produk ini, ada beberapa isu yang tersebar luas di Masyarakat tentang SMS merah dari nomor axis ini yeng mengatakan sinar merah yang tidak masuk akal, yang sebenarnya hoax ini di buat untuk membuat orang antipati terhadap operator ini.

Namun perlahan-lahan orang baru sadar bahwa isu itu adalah hoax yang hanya pengen menghancurkan operator baru ini. Karena sewaktu saya mengikuti HP FGDP (Fresh Graduate Development Program) selama 6 bulan di Jakarta, ruangan Project NTS di sebelah ruangan kita sehingga kita tahu banget, klo IT Developement NTS itu di dukung oleh HP, dan ketika mereka launch Axis, muncul hoax ini, sehingga saya sering memberi penjelasan di Milist klo hoax ini tidak benar dan tidak masuk akal.

Saat ini mereka terus mengembangkan pasar Jawa dan Sumatra, dimana untuk melakukan penetrasi market ini, mereka memberikan tarif yang murah sekali, dengan secara aggressive meningkatkan volume above the line strategy dengan iklan di media televisi, dengan tagline Axis-GSM yang baik. Klo kita perhatikan iklan terbarunya saat ini di Televisi si Tiara (anak kecil yang membantu orang lain di sekitarnya, dan tends to show ke user klo GSM Axis itu sama dengan Tiara yaitu GSM yang baik).

Program terbaru mereka adalah nelpon hanya satu rupiah seharian ke sesama nomor axis pada hari sabtu dan minggu (weekend), dan tentunya bagi user yang price sensitive akan switch ke Operator ini.

Hampir semua new entry player bermain di tarif ini, karena dengan tarif strategi ini, mereka bisa melakukan market akuisisi dari customer existing player (the big three), sehingga bisa switch ke operator ini.

Strategi Telkomsel untuk mengcombat persaingan ini adalah dengan strategi saat ini terus di lakukan, dan tentunya pelayanan kualitas yang baik, pemain besar tidak perlu bermain di tarif, namun service, jalur distribusi yang baik baik untuk isi ulang, dan perdana (Starterpack) dan tentunya Branding dan program-program yang touch directly ke customer misalnya Student Program Competition yang di sponsori Telkomsel di Sekolah-sekolah dan kampus-kampus, tentunya strategy below the line dan above the line yang efektif akan maintaining the sustainability markets, dan peningkatan di market share.

HCPT (Three) Penetration Strategy VS Networks Infrastructure

Medan
January 6, 2009

Sebagai New Entry di Telco Industry di Indonesia, Three (HCPT) melakukan dobrakan pasar dengan strategy tarif dan memberikan tambahan pulsa ketika pelanggannya melakukan isi ulang,
seperti yang sering kita lihat di iklan-iklannya di Media Televisi saat ini.

Three adalah merek dagang dari Hutchison yang di gunakan di sembilan jaringan telekomunikasi seluler di Eropa, Asia dan Australia, yaitu di Australia, Austria, Britania Raya, Denmark, Hongkong, Indonesia, Irlandia, dan Swedia.

Sedangkan Three Indonesia Hutchison menggaet Charoen Pokphand sehingga menjadi
PT. Hutchison Charoen Pokphand Telecom (HCPT) dengan presentase saham 60% dimiliki oleh Hutchison dan sisanya di miliki oleh Charoen Pokphand.

Di launched pada tanggal 23 Maret 2007, dengan agressive marketing dalam waktu 2 tahun ini, Three telah menjangkau kota-kota besar di Indonesia dengan strategi tarif nya yang murah bahkan gratis sms ke semua operator, dan program terbaru yang sering kita lihat di media Televisi.

Dengan tarif murah ini, banyak customer mulai switch menggunakan operator ini, namun pertanyaannya adalah, apakah dengan biaya murah berbanding lurus dengan kualitas networks infrastructure??

Tentunya kita bisa menjawab sendiri, bahwa strategi penetrasi pasar dengan menggunakan strategi tarif adalah untuk mendapatkan subscriber, sehingga seterusnya dengan program yang menarik user akan terus menggunakan Operator ini, dan tentunya dengan peningkatan jumlah user, mereka terus bisa develop network infrastructure mereka.

BTS Sharing adalah salah satu cara bagi new entry di telco industry untuk melakukan efisiensi dengan melakukan network infrastructure development. Kendala utama bagi mereka adalah development dalam hal infrastructure sehingga mereka masih susah untuk mengalahkan the Big Three (Tsel, Isat, XL), sehingga kedepannya sebagai Market Leader, Telkomsel melakukan defresiasi dalam hal strategi market development mereka.

Dengan hampir 60 Juta Pelanggannya Telkomsel akan terus tumbuh ketika terus melakukan inovasi di jaringan, di branding, program ke user, dan services sehingga existing user tidak akan switch ke Operator lain.

Monday, January 5, 2009

Medical Check Up di Pramita Lab Medan untuk rekrutment karyawan permanent PT Telekomunikasi Seluler

Medan,
January 6, 2008

Alhamdulillah, hari ini adalah tes terakhir PT Telekomunikasi Seluler untuk Regional Palembang
dan dari dari awal tes sampai akhir tes ini, alhamdulillah saya bisa lulus dengan baik, dan hanya saya sendiri yang lulus dari 5 tes yang saya lalui.

Pagi ini jam setengah 7 pagi saya sudah sampai di Laboraturium Pramita di Jalan Diponegoro Medan, dan tes pertama kali adalah tes darah, tp saya minta dengan perawat disana untuk tes darah menjadi terakhir,hehehe
jadi berikut tes yang saya jalani untuk medical check up ini:
1. Tes Darah
2. X Ray (Rontgen)
3. ECG (Jantung)
4. Urine
5. Tes Fisik oleh dokter
6. Tes Darah yang kedua.

Fiuh, yang paling saya takuti adalah jarum suntik, tp td saya bisa mengatasi takut saya
ternyata di suntik ga sakit, cuma ketakutan aja yang membuat suntikan itu kayak golok.hehe

Alhamdulillah selama ini saya rajin olahraga teratur, setiap hari saya jogging, sehingga stamina saya terjaga.

Wish me luck for next career.

Customer Value Proposition (case study PT Telekomunikasi Seluler)

Medan
January 5, 2008

Dalam postingan kali ini saya melihat dari sisi customer behavior, karena selama ini banyak yang melihat objek penelitian adalah company dan industrinya. Saat ini saya mencoba untuk sedikit mempelajari pola behavior dari customer, sehingga untuk mempelajari ini, mahasiswa yang mengambil jurusan manajemen, khususnya kosentrasi Manajemen Pemasaran, dimana Customer Behavior ini menjadi mata kuliah yang sangat penting, karena dengan mempelajari ini, kita bisa mengetahui pola-pola buying behavior dari customer, dan aspek-aspek yang mempengaruhinya.

Customer adalah user atau orang yang menggunakan produk atau jasa kita, misalnya incase Telkomsel, customernya adalah pelanggan kartu SimPATI, kartu AS, Kartu HALO.
Kita melihat bahwa dengan memperhatikan nilai-nilai dan pola prilaku customer kita bisa memposisikan market kita bagaimana di pasarnya, kita bisa menetapkan kebijakan strategi di pasar, dan bisa mendriven pasar.

Kita ambil contoh analisis adalah pasar pelajar dan mahasiswa, incase kita perhatikan bahwa pelajar dan mahasiswa adalah pasar yang cukup besar, dan mereka sangat price sensitive, mereka prefer ke operator yang memberikan layanan sms murah, dan telpon murah, sehingga dalam hal ini Telkomsel melihat dari pola prilaku pasar ini, dan mereka mencreate produk yang cocok dengan pasar pelajar dan mahasiswa, yaitu Kartu AS, dengan saat ini melakukan proposition Forever Kartu AS, Telkomsel memposisikan Kartu As, sebagai kartu yang asyik, affordable, flexible, trendy, lengkap dan kaya akan fitur, dan tentunya mempunyai kualitas yang baik dalam hal networks coverage yang di dukung oleh 27000 BTS Telkomsel yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk mempertahankan customer loyalnya, Telkomsel harus terus selalu memberikan pelayanan yang terbaik ke customernya, dan tentunya pelayanan di jaringan yang ada saat ini, sehingga walau operator laen menawarkan tarif yang menggiurkan, pelanggan loyal tidak akan switch ke operator laen.

Dengan memilik lebih dari 50 juta pelanggan di Indonesia, Telkomsel memilik market yang sangat besar, namun juga competitor mulai melakukan market grabbing dari pelanggan Telkomsel, sehingga apa yang di lakukan saat ini, dengan srategi SOMO yang efektif, yaitu Sight, Media, dan Motion sangat membantu dalam melakukan branding Telkomsel ke seluruh user, dan user baru.

Incase Telkomsel mempunyai kekuatan dalam hal funding di Marketing communication nya, karena mereka sampai di daerah pun, bilboard yang berada pada tempat strategis, pasti telah di kuasai oleh mereka, sehingga ketika kita jalan keluar kota, pasti kita lihat Billboard atau sign board Telkomsel berada di mana-mana, dan inilah yang menjadi kekuatan Telkomsel selain kekutaan di Jaringan yang tidak bisa di tandingin oleh Operator laen di Indonesia.

Ketika pelanggan loyal, maka akan susah bagi operator lain untuk mempengaruhi mereka untuk pindah menggunakan kartu seluler lain. Telkomsel selalu memberikan yang terbaik, baik dari pelayanan, Jaringan, fitur-fitur yang lengkap, dan tarif yang cukup competitive.

Saturday, January 3, 2009

Peranan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia

Medan
January 4, 2008

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) adalah sebuah lembaga yang mengatur pertelekomunikasian di Indonesia. Dengan adanya badan ini, sangat mengatur persaingan dan sebagai regulator telekomunikasi Indonesia dimana ada 11 operator yang bermain di industri ini.

Berikut ini tugas dan wewenang BRTI di Indonesia:

Fungsi dan Wewenang

Sesuai KM. 31/2003

A. Pengaturan, meliputi penyusunan dan penetapan ketentuan penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan penyelenggaraan jasa telekomunikasi, yaitu :

  1. Perizinan penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan penyelenggaraan jasa telekomunikasi;
  2. Standar kinerja operasi;
  3. Standar kualitas layanan;
  4. Biaya interkoneksi;
  5. Standar alat dan perangkat telekomunikasi.

B. Pengawasan terhadap penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan penyelenggaraan jasa telekomunikasi, yaitu :

  1. Kinerja operasi;
  2. Persaingan usaha;
  3. Penggunaan alat dan perangkat telekomunikasi.

C. Pengendalian terhadap penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan penyelenggaraan jasa telekomunikasi, yaitu :

  1. Penyelesaian perselisihan antar penyelenggara jaringan telekomunikasi dan penyelenggara jasa telekomunikasi;
  2. Penggunaan alat dan perangkat telekomunikasi;
  3. Penerapan standar kualitas layanan.

Sesuai KM. 67/2003

Fungsi Pengaturan

  • Menyusun dan menetapkan ketentuan tentang perizinan jaringan dan jasa telekomunikasi yang dikompetisikan sesuai Kebijakan Menteri Perhubungan.
  • Menyusun dan menetapkan ketentuan tentang standar kinerja operasi penggunaan jaringan dan jasa telekomunikasi.
  • Menyusun dan menetapkan ketentuan tentang biaya interkoneksi.
  • Menyusun dan menetapkan ketentuan tentang standardisasi alat dan perangkat telekomunikasi.

Fungsi Pengawasan

  • Mengawasi kinerja operasi penyelenggaraan jasa dan jaringan telekomunikasi yang dikompetisikan.
  • Mengawasi persaingan usaha penyelenggaraan jasa dan jaringan telekomunikasi yang dikompetisikan.
  • Mengawasi penggunaan alat dan perangkat penyelenggaraan jasa dan jaringan telekomunikasi yang dikompetisikan.

Fungsi Pengendalian

  • Memfasilitasi penyelesaian perselisihan.
  • Memantau penerapan standar kualitas layanan.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Regulasi_Telekomunikasi_Indonesia)

Dengan adanya BRTI ini ada badan regulator yang mengawasi persaingan pertelekomunikasian di Indonesia, sehingga persaingan lebih competitive dan tentunya juga perkembangan kedepannya telekomunikasi di Indonesia lebih baik lagi.