Minggu, 31 Januari 2010

Mata Air Keluhuran


Palembang,

February 1, 2010


I Quote this story from Milist, and i would like sharing to my blog readers. Lets kindly enjoy its:


Galau benar hati sang raja. Putra mahkotanya ternyata seorang yang pemalas dan apatis. Talenta raja-raja tidak terlihat dalam pribadinya. Suatu saat sang raja menemukan Cara mengubah pribadi putranya yaitu dengan; the power of Love.


Sang raja mendatangkan gadis-gadis cantik ke istananya. Istanapun seketika berubah menjadi taman; semua bunga mekar disana. Dan terjadilah itu. Sesuatu yang memang ia harapkan; puteranya jatuh cinta pada salah seorang diantara mereka. Tapi kepada gadis itu sang raja berpesan,”kalau puteraku menyatakan cinta padamu, bilang padanya,”aku tidak cocok untukmu, aku hanya cocok untuk seorang raja atau seseorang yang berbakat untuk jadi raja


Benar saja. Putera mahkota itu seketika tertantang. Maka ia pun belajar. Ia mempelajari segala hal yang harus diketahui oleh seorang raja. Ia melatih dirinya untuk menjadi raja. Dan seketika talenta raja-raja meledak dalam dirinya. Ia bisa,ternyata! tapi karena cinta...!


Cinta telah bekerja dalam jiwa anak muda itu secara sempurna. Selalu begitu; menggali tanah jiwa manusia, sampai dalam dan terus ke dalam sampai bertemu mata air keluhuranya. Maka meledaklah potensi kebaikan dan keluhuran dalam dirinya. Dan mengalirlah mata air keluhuran itu sungai-sungai kebaikan kepada semua yang ada di sekelilingnya. Deras. Sederas arus sungai yang membanjir, desak mendesak menuju muara. Cinta menciptakan perbaikan watak dan penghalusan jiwa. Cinta memanusiakan manusia dan mendorong kita memperlakukan manusia dengan etika kemanusiaan yang tinggi.........


Jatuh cinta adalah peristiwa paling penting dalam sejarah kepribadian kita. Cinta, kata Ibnu Qudamah, akan mengubah seorang pengecut menjadi pemberani, yang pelit jadi dermawan, yang malas jadi rajin, yang pesimis jadi optimis, dan yang kasar menjadi lembut. Kalau cinta kepada Alloh membuat kita mampu memenangkan Allah dalam segala hal, maka cinta kepada anak manusia mendorong kita mempersembahkan semua kebaikan yang diperlukan orang yang kita cintai itu. Jatuh cinta membuat kita mampu merendah, tapi sekaligus bertekad penuh untuk menjadi lebih terhormat.


Gampang saja memahaminya. Keluhuran selalu lahir dari mata air cinta. Sebab,” cinta adalah gerak jiwa sang pecinta kepada yang dicintainya,” kata Ibnu Qoyyim .

Nice to be shared

Cacat Spritualitas atau Cacat Fisik


Profile Bambang Purnomo - Powered by CO.CC

Palembang,
Januari 31, 2010

Banyak dari kita yang tidak menyadari keterbatasan atau cacat yang di miliki oleh diri kita. Cacat disini tidak hanya di artikan cacat keterbatasan dalam tubuh, namun cacat di sini bisa saya artikan bahwa ketika keterbatasan kita dalam emosional, keterbatasan dalam spritual bisa di sebut juga cacat.

Jika kita menyadari bahwa ketika cacat spritualitas, cacat mental, emosional lebih buruk di banding dengan keterbatasan fisik, maka hal ini bisa di artikan bahwa, manusia yang memiliki keterbatasan di sisi mental, emosional ini menjadi rakus, menjadi egois untuk mementingkan diri pribadi, dan mengambil yang bukan haknya.

Beda dengan orang yang di beri keterbatasan fisik, mereka memiliki kemauan yang keran, dan semangat yang begitu tinggi untuk melakukan hal-hal yang positif. Dengan segala keterbatasannya, mereka ingin maju seperti layaknya manusia normal.

Semoga kita menyadari bahwa dengan segala keistimewaan dan kelengkapan fisik yang kita miliki kita harus menyadari bahwa fisik yang sempurna harus di dukung dengan jiwa yang baik, hati yang bersih, dan bersahaja.

Belajar untuk menjadi lebih baik.

Jumat, 29 Januari 2010

Embun

Palembang,
January 30, 2010

Selamat Pagi dunia, selamat pagi rekan yang saya cintai. Sangat bahagia bisa menikmati indahnya alam yang di anugrahkan oleh sang Kuasa di Bumi Pertiwi ini.

Pagi ini, dengan segenap rasa bersyukur kepada Tuhan, jika kita nikmati dengan hati yang bahagia, akan membuat rasa nyaman di dalam hati, sehingga membuat kita terpaku akan indahnya dunia ini.

Selagi kita masih di beri napas dan di beri sedikit rasa tenang ini, maka bersyukurlah yang harus kita lakukan. Seperti beningnya embun yang turun di pagi hari, belajar mencoba untuk membuat hati ini sebersih dan sebening embun yang turun.

Embun membuat kita merasa sejuk, dan nyaman, dengan ketenangan yang ada padanya, karena embun hanya hadir pada pagi hari yang sejuk, dan bisa di nikmati oleh orang-orang yang bersyukur dengan sang Pencipta.

Beranjak Senja


Palembang,
January 29, 2010

Ditemani suara syahdu, seorang penyanyi dari negeri Paman Sam, saya di buat tertegun dengan beberapa hal, yang membuat saya selalu bersyukur dengan apa yang ada, dan belajar untuk lebih baik lagi, dengan selalu berjalan dengan petunjukMu.

Tidak mudah untuk menjadi orang yang lebih baik memang, namun dengan kerendahan hati ini, aku bersujud kepada Mu ya Allah, berilah aku kekuatan untuk menghadapi di dunia ini, dan berilah aku selalu petunjuk mu, dan selalu menjadi hamba yang selalu rendah hati, selalu membantu sesama, dan selalu menjaga hati untuk tidak sombong.

Beranjak menuju senja, kita pasti akan menuju kesesuatu yang kita tidak akan tahu apa yang telah terjadi nanti di hari dimana kita menutup mata ini.

Semoga dengan ketulusan hati ini, kita menjadi kaum di jalanMu ya Allah.

Amin ya Robbal Alamin


Kamis, 28 Januari 2010

BUKALAH DULU TOPENG MU !!!


Palembang,
January 28, 2010

"Manusia biasa terkadang menyimpan kelemahan dalam topeng kekuatan, tapi manusia bijak bisa menempatkan diri kapan harus mengenakan topeng, dan kapan harus melepaskannya."

Topeng, kita sering ketika melihat pertunjukan tarian topeng, atau tari kecak di bali, para penari mengenakan topeng yang menutupi wajah aslinya. Dan Banyak dari diri kita menggunakan topeng diri untuk menutupi yang aslinya, menutupi kelemahannya. Namun seseorang yang memiliki jiwa besar, seseorang yang bijaksana, bisa menempatkan posisi harus mengenakan topeng, dan kapan harus melepaskannya.

Klo kata Akhmad Akbar, "dunia itu adalah Panggung Sandiwara", jadi semua kita menggunakan topeng, sedikit yang menunjukan dan bangga dengan diri kita sendiri. Diskusi menarik Kuliah tadi malam, saya mempelajari Perdanggan Internasional, dan Dosen saya mengemukakan bahwa
pasar di Indonesia sangat potensial, karena bangsa kita sering di cekoki untuk menjadi user, bukan creator, hal ini di tambah budaya yang ingin ikut-ikutan dan tidak mau kalah, sehingga sesuatu yang sebenarnya tidak di butuhkan, di beli, dan di buru sampai ke ujung dunia sana.

Hal ini di karenakan, kita ingin menopengi diri dengan sesuatu yang di anggap wah, menunjukan status sosial, atau pun sebagainya.

Semoga kita menjadi orang yang bijak, bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Senin, 25 Januari 2010

Hati adalah Cerminan Diri


Palembang,
Januari 2010

"Hati adalah cerminan diri kita, layaknya sebuah cermin, apabila selalu digosok, dengan kain yang bersih, ia akan memberikan pantulan yang bersih dan bening, setiap orang akan bisa melihat dirinya dalam cerminan tersebut, namun jika kita biarkan berdebu, dan akhirnya berkarat bayangan yang timbul akan semuram cermin tersbut, tinggal kita memilih, mau selalu membersihkan hati atau tidak."

Cuplikan kata-kata ini saya tarik beberapa poin yang bisa kita maknai salah satu cuplikan buku Bidadari tak bersayap:

1. Terkadang kita selalu menilai diri orang lain, namun sangat tidak pernah untuk melakukan introspek diri sendiri, sehingga ketika ada masalah orang lain, maka dengan cepat kita ingin tahu, ikut bergunjing dan bergosip, dan gosip atau dalam Islam di sebut Ghibah sangat di di benci oleh Allah, sehingga berusaha dari diri sendiri untuk menghindari perbuatan ini.
2. Berbuat baik, rendah hati, selalu membantu sesama, murah senyum, ikhlas dan bersyukur, merupakan beberapa poin yang sangat sulit untuk kita lakukan, namun bisa di ketika dari dalam hati, dengan ketulusan hati, untuk melakukan ini semua.
3. Hati yang baik, hati yang di gunakan untuk merasa yang baik, tentunya akan berpengaruh terhadap prilaku yang di timbulkan oleh si empunya hati.

Semoga kita berusaha untuk belajar untuk menjaga hati dari semua penyakit hati.

Hati yang bersih, akan menggambarkan kepada prilaku sang empunya hati,

Minggu, 24 Januari 2010

JANJI SUCI


Palembang,
January 25, 2010

Pagi ini saya mendengarkan lagu yang sangat apik, yang dikirimkan
via bbm. Lagu ini di nyanyikan dengan apik oleh group band Yovie and The Nuno dengan liriknya sbb:

"Dengarkanlah wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini

Aku ingin mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir

Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu

Dengarkanlah wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini

Aku ingin mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir

Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu"

Semoga lagu ini bisa saya persembahkan untuk seseorang yang mengisi hati ini.