Sabtu, 15 September 2012

Pasar Data Semakin Menggeliat


Bengkulu,
September 16, 2012

Pertumbuhan Pasar Data di Indonesia semakin bertumbuh pesat, hal ini disebabkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat Indonesia akan koneksi Internet di Indonesia, baik berupa Produk Fixline maupun Broadband Mobile GSM.

Let's Say, untuk Fixline beberapa provider yang menawarkan paket data dengan teknologi kabel ini seperti Speedy, First Media, dan Biznet yang merupakan pemain besar khususnya di Jakarta. Namun didaerah, Speedy masih menguasai pasar Internet melalui Fixline, karena infrastukturnya lebih memadai dibandingkan para pesaingnya.

Untuk Provider Broadband Mobile GSM, cukup banyak sekali pemain yang bersaing merebut pelanggan dengan teknologi 3,75 G seperti The Big Three Operator (Telkomsel, Indosat, XL), Axis dan Tri. Bahkan persaingan di pasar ini juga terasa dipasar CDMA Seperti Flexinet, Aha dari ESIA, dan Smart. Sebenarnya selain itu pasar ini juga di perebutkan oleh Internet Service Provider lokal yang ada, dimana mereka memberikan paket-paket wifi khusus ke pemukiman/perumahan penduduk dengan harga competitif.

Beberapa operator GSM misalnya mereka sibuk fokus pada pembangunan Node B (BTS 3G), dimana dengan adanya penambahan coverage 3G atau peningkatan kapasitas 3G akan meningkatkan QOS kepada pelanggan sehingga akses internet menjadi lebih baik. Operator Telekomunikasi yang bisa memberikan customer experience yang baik, tentunya akan meleverage jumlah pelanggan di data ini, selain itu juga harga paket data yang semakin murah yang ditawarkan operator menjadikan Kue Bisnis yang menyumbang hampir 30% Pendapatan Operator saat ini menjadikan produk andalan operator untuk mendulang pundi-pundi Revenue.

Beberapa operator Follower melakukan counter attack kepada operator the big three untuk di layanan data ini, sebut saja Tri, dimana Tri fokus melakukan gelaran Node-B di ibukota provinsi, dan menawarkan produk dengan harga yang competitive, hal ini jika kita menilik lebih dalam bahwa, mereka fokus untuk menggarap segmen youth, dan Segmen internet khususnya di Ibu kota Provinsi. Incase, di luar ibukota Kabupatan Kualitas Sinyal mereka sangat jelek bahkan tidak terdapat sinyal sama sekali.

Karena posisi kosong di kapasitas Tri, tentunya QOS mereka akan naik. Namun disuatu titik saya yakin QOS mereka semakin menurun dengan semakin menurunnya customer experience Tri dalam menggunakan Internet hal ini dikarenakan kapasitas 3Gnya yang padat. Hal ini merupakan hal yang lumrah dan di alami semua operator. Operator yang terus meningkatkan kapasitas dan Coverage 3Gnya dan memberikan pengalaman yang baiklah dan akan memenangkan pasar di Bisnis Baru ini.

Semakin ketatnya persaingan merebut pelanggan di pasar First Curve yaitu pasar yang membutuhkan paket basic service (Voice dan SMS) yang membuat beberapa operator harus mengalami kerugian, tentunya Ekspektasi di Second Curve ini menjadi Harapan baru bagi operator untuk bisa meleverage Revenue mereka. Beberapa operator yang terus mengalami kerugian dan tidak bertahan di fase kedua Telekomunikasi inilah yang kedepannya akan melakukan corporate action seperti merger, akuisisi, ataubahkan Collaps.

Dengan Smartphone yang harganya semakin murah dan mudah didapat dipasaran, membuat pasar ini terus tumbuh, hal ini juga didukung taraf kehidupan masyarakat yang semakin meningkat, maka menggunakan Smartphone, Tablet, Modem tidak sekedar menjadi gaya hidup, namun juga sebagai kebutuhan bagi masyarakat untuk bisa terkoneksi satu sama lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

hello guys