Senin, 07 April 2008

Tetap Berjalan di belantara cacian dan Makian


Jujur dalam kehidupan ini tidak hanya kata-kata manis yang akan sering kita terima, cacian dan makian adalah makanan yang akan kita teriama, dalam menggapai mimpi banya orang yang telah sukses bisa menjadi sukses karena siap dan telah menerima cacian dan Makian. "Sinting kamu!", antara lain adalah perbendaharan makian yang harus kita terima begitu mengambil pilihan atau melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki orang-orang dekat kita. Barangkali kita kehilangan warisan karena menikahi pasangan yang tidak disukai orang tua atau dikucilkan dari lingkungan kantor.

Dalam tugas-tugas manajerial di kantor, saya pernah
menerima sedikit cacian ketika dalam mengaudit mengambil kebijakan yang tidak populer dan membuka kejahahtan seseorang. strategi dan kebijakan/langkah baru yang coba diambil disambut dengan cemoohan. Apalagi sebagai orang baru, "Sok tahu dan sok bisa" menjadi kosa kata yang harus kita akrabi. Makian-makian seperti sebongkah tahi kerbau yang dilemparkan di muka kita. Mutasi,pengurangan tunjangan, bahkan pemecatan adalah ancaman yang menunggu di depan mata sewaktu kita memilih untuk memperjuangkan apa yang benar, memperbaiki kekeliruan dan menegur yang salah. Tidak seorangpun menyukai itu. Kita umumnya lebih suka mendapat tepuk tangan, kocek yang selalu penuh, warisan banyak serta posisi yang enak dengan menjadi orang patuh dan menjadi orang yang diam di hadapan ketidakberesan. Untuk hidup sepenuhnya, menyeberangi arus makian dan bisik-bisik karena mencintai kebenaran. Menjadi sukses dan berhasil pasti perlu, tapi lebih baik lagi jika kita hidup sepenuhnya, yakni dengan menjadi pecinta dan pelaku kebenaran. Mencintai kebenaran bagaikan mendaki ke puncak gunung; makin naik ke atas kita makin merasa sendiri, kuatir, takut jangan-jangan akan jatuh. Akan tetapi, segera sesudah sampai di puncak kita mengalami kebebasan yang paling penuh….berdiri memandang ke bawah dengan leluasa..... (erwinarianto.blogspot.com)

Comment:


Ketika menjadi pemimpin ada beberapa hal yang harus kita perhatikan:
1. jadilah pemimpin yang cerdas, dan menjadi panutan bagi bawahannya, 2. pemimpin yang mempunyai jiwa leadership, akan mentreat karyawannya dengan tidak mengeluarkan ancaman, marah-marah, ataupun membuat bawahannya down, tetapi bisa meleverage dan membangkitkan spirit yang dimiliki oleh bawahannya. 3. Seorang pemimpin harus mempunyai tingkat kesabaran dan kecermatan yang baik, tidak perlu setiap hari harus marah-marah, yang membuat orang laen merasa sangat tidak nyaman deket dengan pemimpin tersebut.

Hal ini terjadi dalam dunia kerja yang saya alami saat ini, kenapa bos itu harus marah-marah
ketika menyampaikan sesuatu, dan hal ini terkadang saya tertegun sendiri, saya sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik, namun tetap saja di mata bos, ada saja yang kurang, unrationable,,, but its life, all people is different, orang bilang bahwa "rambut boleh sama hitam, namun hati sapa yang tahu?", Semakin dewasa seseorang, semakin bisa mentreat orang lebih manusiawi, hidup hanya sekali, dan lakukan lah yang terbaik untuk kita, untuk orang lain, buatlah orang laen nyaman dan senang berada di samping anda. Tuhan, maha tahu, dan Tuhan menyukai orang-orang yang sabar. Semoga ini renungan bagi saya dan yang membaca blog ini. Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hello guys