Jumat, 12 Agustus 2011

Karir Professional di Perusahaan atau Menjadi Abdi Negara


Palembang,
13 Agustus 2011

Seringkali kita mendengar kesuksesan seseorang di ukur ketika seorang anak menjadi abdi negara dengan menjadi Pegawai Negeri Sipil, sehingga untuk menjadi PNS, orang tua akan berusaha mati-matian sampai mengeluarkan uang puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk memasukan anaknya menjadi seorang pegawai negeri sipil.

Incase saya berbicara kebanyakan fakta yang terjadi di masyarakat, tidak mendiskreditkan person atau kelompok tertentu. Hanya ingin berbagi ide atau pikiran yang ada di dalam pikiran saya, kenapa hal ini terjadi. Orang berbondong-bondong untuk menjadi seorang PNS untuk mendapatkan Prestigious status, katanya "future life", atau agar di terima menjadi menantu... Thats what we call life.. Hal ini saya banyak temui di berbagai daerah, semisal di Jambi, Bengkulu, sampai di Palembang juga masih terjadi demikian, persepsi masyarakat yang menyatakan bahwa ketika seseorang menjadi PNS merupakan tolak ukur kemapanan, dan kesuksesan seseorang.

Coba kita bayangkan, pertama kali masuk menjadi CPNS, seseorang harus mengeluarkan uang Rp 120.000.000,- dan mendapatkan gaji Rp 1,8 Juta. Apa yang di dapat tentunya tidak sebanding dengan nilai nominal yang di keluarkan, but sering kita mendengar "seseran", yup yah uang yang di dapat dari hasil ini sangat luar biasa nominalnya, bahwa berkali lipat dari gaji pokok yang di terima mereka.

Coba kita bayangkan, seseorang yang berjuang keras untuk mendapatkan pekerjaan di jalur lain menjadi professional semisal di bidang IT dengan entry level di berikan renumerasi sekitar 4 Jutaan untuk fresh graduate, atau di oil and gas industry di range 8-14 juta, ataupun di telco company di range 7-11 Juta tentunya sangat menggiurkan. Dengan pengalaman, skill, dan kemampuan lain, seseorang professional di bidang ini akan mendapatkan renumerasi yang cukup baik.

Thats what we call life, terkadang kita harus memilih pilihan hidup kita, menurut hemat saya setalah hampir 8 tahun hidup jauh dari orang tua untuk menempuh pendidikan kuliah dan bekerja saya memutuskan untuk menyimpulkan beberapa hal terkait memilih pekerjaan bagi kita:
- Pilihlah pekerjaan yang membuat engkau nyaman dan tenang disana.
- Pilihlah pekerjaan yang membuat engkau jauh dari Korupsi, karena uang yang engkau dapatkan akan di makan oleh keluarga, tentunya kita tidak mau memberikan makan uang haram ke keluarga kita.
- Professional di bidang anda, dan carilah profesi di industri yang menjanjikan.

Based on Survey, Dunia Telekomunikasi masih memberikan renumerasi yang baik bagi karyawannya, karena di bisnis ini memiliki Revenue yang cukup besar, contohnya salah satu perusahaan Telekomunikasi terbesar di Negeri ini, dengan hanya memiliki jumlah karyawan 4000 orang, Revenue yang di dapatkan melebihi Bank terprofit dan terbesar di negeri ini, sehingga perusahaan akan memberikan renumerasi yang baik bagi para karyawannya sampai dengan 25 kali gaji pertahun.

Selain itu, bidang yang menjanjikan adalah oil and gas industry, disini renumerasi yang di berikan sangat menggiurkan. Namun terpenting, dalam bidang-bidang yang menjanjikan ini, perusahaan akan mencari talent tertentu sesuai kebutuhan perusahaan, sehingga untuk seleksi masuknya saja sangat susah.

Dan yang terpenting, hidup harus bersyukur, karena sebesar apapun gaji yang kita terima, tetapi kita tidak bersyukur, maka hal tersebut tidak berarti apa-apa.

Notes:
Penulis tidak bermaksud untuk mendeskreditkan posisi atau pekerjaan tertentu, hanya terenyuh untuk menulis dari hasil pikiran dan renungan pribadi penulis.

7 komentar:

  1. sebenernya santi sdh baca dari maren mas...
    menurut kacamata yg santi pake' (hhe), pertama kali yg diamati orang saat mencari pekerjaan ntu "berapa besar gaji yg didapat dari pekerjaan itu".. bahkan utk mahasiswa fresh graduate.. incarannya "mungkin" bisa dapat gaji di atas 3jt per bulan, haha...

    itu c pendapat santi slama liat2 sekitar mas beng.. :D

    BalasHapus
  2. hehe kamu kan dah pake kaca mata dek.. hehehe... :)

    good santi., tapi gaji yang tinggi tidak menjadi hal utama juga.. :) i have experience on it before i work here.. :)

    BalasHapus
  3. hhaa..

    itu mas yg snti bingung,,
    banyak temen2 yg pilih2 pekerjaan, hal utama yg diincar yaaa itu tadi "gaji yg gede".. padahal untuk fresh graduate itu, pengalaman yg penting.. bukannya ada pepatah "experience is the best teacher".. kloh kita udah banyak pengalaman pasti tanpa ragu orang atau perusahaan bakal ngasih gaji yg ruar biasa. intinya duit yg ngejer kita,,, hahah...

    sook bijak,, mohon bimbingannya mas beng,, :D

    BalasHapus
  4. hehe ini mas mau sharing ke kamu...

    awal kerja:
    - setelah seminggu kelar wisuda di panggil ke jkt dengan full akomodasi, dan alhamdulillah di terima, dari para pesaing yang banyak lulusan luar, ui, itb.. :) ckck serem uy.
    - Gaji pertama sebagai trainee di Hewlett Packard dapet uang saku selama 6 bulan di jkt.
    - pindah dinas ke lampung sebagai pegawai tetap.
    - pindah dinas ke medan pegawai tetap.
    - hengkang pindah ke tsel gaji dua kali lipat.
    - kemarin di tawarin di samsung, microsoft, trikomsel branch manager, di tawarin jg di xl, di axis untuk posisi mid level tapi tak tokak.. :)

    u can take the point, bahwa bersyukur dengan apa yang kamu miliki, bekerja bersungguh2, tingkatkan kemampuan skill, komunikasi bahasa inggris... :)

    gt dek ceritanya.. :)

    BalasHapus
  5. Regif Wulan Valupi17 Agustus 2011 08.10

    intinya tuh gini...

    jangan terlalu memaksakan sesuatu ( contohnya konkretnya ya hampir sebagian besar " ga semua ya " civil government itu pakai jakan belakang )..

    jalanin apa adanya dan terus bersyukur..

    tp tidak lupa kita senantisa bermimpi dan berusaha untuk suatu kehidupan yg lebih baik.

    yakin aja klo Allah sudah mempersiapkah "rencana yg Indah" buat masing2 orang :).

    BalasHapus
  6. wah alhamdulillah ada pembaca lain di blog saya.. terima kasih mba wulan kunjungannya.. :)

    yuk.. insyallah, selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki, bekerja dengan ikhlas, tawakal, dan selalu qonaah, insyallah Allah memberikan nikmat yang lebih bagi kita.. :)

    Insyallah.. Amin

    BalasHapus
  7. betul tuh mas..
    syukuri apa yg udah didapet 'n kita miliki...
    kloh satu pintu udah terbuka, pintu lainnya insyaAllah jadi gampang dibuka.. hhee...

    hha...
    mohon selalu nasihat 'n sarannya mas...

    BalasHapus

hello guys