Sabtu, 23 Februari 2013

Apatis dengan Para Pemimpin Negeri ini


Bengkulu,
24 Februari 2012

Tulisan ini adalah pendapat saya pribadi, tidak ada sikap offensive kepada satu pemimpin tertentu, atau golongan partai tertentu. Murni hasil pemikiran, pengamatan dan rasa kurang puas terhadap keberlangsungan hidup bangsa Indonesia kedepannya.

Saya sebagai masyarakat sipil biasa, merasa jengah, merasa kurang nyaman tinggal di negeri dimana para pemimpinnya sibuk memikirkan perutnya sendiri, para pejabat mulai dari level kabupaten sampai selevel presiden sibuk memikirkan urusannya sendiri tanpa memikirkan aspirasi masyarakat, kesusahan masyarakat Indonesia yang masih banyak masuk kedalam golongan masyarakat miskin.

Pada saat berkampanye, mereka sibuk menunjukkan bahwa mereka akan mengubah bangsa ini, menjadi lebih baik, Namun nyatanya, semua janji yang diberikan adalah hanya mimpi, dan masyarakat harus dengan lapang dada untuk legowo untuk tetap susah, tetap menangis kelaparan.

Selain elit pemerintahan, masyarakat juga sangat membenci dengan yang namanya anggota legislatif, dimana mereka sibuk memikirkan isi perut mereka, dengan case yang terbaru mem buat undang2 untuk pensiun mereka, padahal mereka hanya menjabat 5 tahun dengan gajiyang sangat besar, masih juga ingin yang namanya pensiun. ckckck.. Awkward, right !!!

Kapan indonesia bisa menjadi negara maju yang bisa dihargai oleh negara-negara lain ya, sedangkan saat ini saja negaranya tidak memikirkan kemakmuran masyarakat, namun memikirkan isi perut para elit politik negeri mimpi ini.

Terkadang kita miris melihat masyarakat yang sakit aja, harus jauh dari mimpi untuk bisa datang ke rumah sakit, karena keliatannya memang orang miskin tidak boleh sakit. Sangat sedih memang, namun masyarakat tidak bisa bertindak apa-apa.

Saat ini saya sangat apatis dengan para pemimpin negeri ini, para partai politik, yang selalu mementingkan golongannya, hampir semua partai politik kena masalah baik partai islami, partai pemimpin saat ini, hmm Kadang capek mikirnya. Namun tiap hari di TV harus melihat hal seperti itu. Hmm,,. Kapan bisa berubah ya.. Hmm, might be just only a dream.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

hello guys