Minggu, 31 Maret 2013

Perjalanan Kehidupan


Bengkulu, 
31 Maret 2013

Pada long weekend kali ini,saya tidak pulang ke Jambi, seperti biasanya, karena selain ada kegiatan dari kantor, saya harus menyelesaikan Tesis saya dan belajar Toefl untuk persiapan seleksi Telkomsel Scholarship Program untuk pendidikan keluar negeri. Bismillah, Ya Allah permudah urusan hamba untuk bisa mengikuti jenjang pendidikan di luar negeri yang lebih baik.

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis bahwa saya tertarik dengan seorang perempuan, seorang dokter, yang sudah cukup lama saya kenal, namun ternyata dia tidak memberikan respon apapun. It's Fine, mungkin beliau bukan yang terbaik. Tetap terus menghadap masa depan, semoga mendapatkan pasangan yang lebih baik.

Terkadang saya berpikir bahwa, hidup itu simple, lahir, hidup, dan mati. dan diantara proses lahir dan mati, kita menjalani proses lika-liku kehidupan yang tentunya kita mungkin sampai detik ini kita sudah merasakan asam garam dan pahitnya kehidupan. Namun that's what we call life, kita harus berjuang dalam kehidupan ini, untuk menjadi pribadi yang baik atau buruk.

Begitu juga dalam melalui kehidupan ini, saya berusaha untuk menjalani yang terbaik, menjalani perintah agama dengan baik, dan berperilaku, berkata, dan selalu menjaga kesantunan untuk menjauhi dari sikap untuk menyakiti orang lain. Karena nilai diri kita di ukur dari apa yang kita perbuat.

Di penghujung pada akhir bulan Maret 2013 ini, saya menyadari bahwa saat ini saya akan memasuki umur yang bagi saya cukup di katakan dewasa, namun apapun itu, saya tetap memegang teguh untuk selalu menghormati orang tua saya, karena merekalah segala-galanya bagi kehidupan saya. Saya akan melakukan yang terbaik untuk beliau.

Banyak wanita yang datang dan pergi, namun semoga Allah SWT memberikan kemudahan bagi saya untuk bisa menemukan tambatan hati saya untuk bisa mencari pendamping hidup saya, dan menjalani setengah perintah Agama. Yang saya perhatikan ketika saya memilih pasangan yaitu:
      * Saya sadar bahwa manusia tidak ada yang sempurna, namun pilihan utama saya memilih seorang pasangan hidup adalah dari agamanya. Karena ketika seorang wanita menjaga dan menunaikan dengan baik perintah Agamanya, niscaya wanita tersebut sebenar-benarnya wanita yang berbudi pekerti yang baik (wanita soleha).

Untuk ukuran kecantikan, kekayaan, itu bukan menjadi hal yang utama, karena kecantikan dengan mudah akan pudar dengan beriringnya bertambahnya umur, serta kekayaan juga tidak menjamin kebahagiaan. Yang terpenting dalam hidup bagi saya, seorang wanita yang baik untuk pasangannya adalah, wanita yang bisa memberikan semangat saat pasangannya sedang jatuh, mau bersama-sama menjalani kehidupan dalam suka maupun duka, mau mendukung suaminya untuk terus meniti kesuksesan, serta yang utama untuk menjaga rumah tangga dan mendidik anak-anak kelak.

Ya Allah, di penghujung tulisan ini, aku selalu menengadah di hadapan-Mu, semoga hamba, Engkau berikan pasangan yang terbaik untuk mendampingi hamba. Amin Ya Robb, Amin Ya Rahman.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

hello guys