Rabu, 29 Desember 2010

EUFORIA


Palembang,
Januari 29, 2010

Beberapa minggu terakhir ini Indonesia seolah-olah tersihir dengan kekuatan semangat kita dalam pertandingan AFF Championship, yaitu pertandingan sepak bola negara Asia Tenggara. Kita seolah-olah telah lupa dalam euforia masuknya TimNas Indonesia sampai malam ini masuk ke Final, namun walaupun secara agregat kita kalah dengan Malaysia, kita seolah-olah bersatu padu untuk mendukung Timnas kita untuk menjadi Juara Tahun ini.

Semua kalangan, baik politikus, pengusaha, sampai wong cilik seolah-olah terlupakan terhadap segala masalah yang melanda Bangsa ini. Wong Cilik yang mencoba untuk mencari pelarian dalam Sepak Bola ini seakan-akan terobati, dan terjauhi dari kesusahan yang di landa Bangsa ini. Politikus mencari celah untuk Mencari "muka" dengan mengundang Timnas dengan janji-janji memberikan Bonus.

Yup, kita terlena sejenak untuk melupakan segala kesusahan yang ada, karena selama ini kita melihat seoalah-olah bangsa ini menjadi bangsa yang tidak bisa berbuat banyak terhadap kasus korupsi, pengusaha top yang juga berkedudukan tinggi di dunia politik, seolah-olah tidak bisa tersentuh oleh Tangan Hukum untuk memberikan hukuman atas "Ngemplang Pajak" yang ada. Namun kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Kasus Gayus yang di buat seolah-olah tertutup, dan menggantung, memperjelas bahwa Hukum masih belum bisa berjalan di Negara ini, Seolah-olah hati nurani Ibu Pertiwi telah sirna, dan Bangsa Indonesia telah tidak percaya lagi dengan wakil-wakil rakyatnya yang setelah di pilih berusaha untuk memperkaya diri, Pejabat para pilihan rakyat seoalah-olah menutup telinga terhadap beban masyarakat Indonesia yang sedang sekarat kesusahan.

Lihatlah, masih banyak bangsa kita yang jauh dibawah ambang kemiskinan, yang sekedar memenuhi Sandang, Pangan, dan Papannya pun tidak bisa di penuhi. Namun coba di liat di sisi lain, ada kalangan yang dengan kekuasaannya, dengan kemampuaannya bisa memperkaya diri dari uang rakyat, Korupsi, Nepotisme, rekrutmen CPNS yang penuh dengan Money Politic.

Kita, Bangsa ini seolah-olah lupa dengan Banjir yang terjadi di Wasior, Letusan Gunung Merapi di Jogja, Tsunami di Nias. Kita sejenak melepaskan penat kesakitan kita, dengan kegembiraan akan Kesuksesan Timnas dalam kejuaraan ini. Setiap hari dalam beberapa minggu ini, di bahas tentang Timnas, pemain di Timnas di elu-elukan, mejadi artis primadona juru warta untuk menjadi bahan berita.

Apapun yang terjadi dengan bangsa ini, apapun masalah yang di hadapi bangsa ini, Kita Bangsa Indones turut Bangga dengan Tim Nas yang berjuang sampai titik darah penghabisan untuk meraih Juara. Dan Semoga Badai yang melanda Bangsa ini segera berlalu, dan awan terang itu pun datang, kita memiliki Pemerintah yang Bersih, Aparat Kepolisian yang tegas dan Bersih, Hukum yang di junjung tinggi, dan menjadi bangsa yang bermoral, bertabat, berdedikasi tinggi terhadap ilmu pengetahuan, dan masyarakat yang adil dan makmur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

hello guys