Minggu, 26 Desember 2010

Lokasi Pembangunan BTS (TOWER TELEKOMUNIKASI)


Palembang,
26 Desember 2010,

Hari ini untuk yang kesekian kali, saya dikirimkan pesan, yang menanyakan seputar BTS. Dengan sedikit pengetahuan yang saya miliki, saya coba menjawab pertanyaan dari salah satu mahasiswi UGM...

Berikut:



Mba Heni,

Berikut beberapa penjelasan sedikit tentang BTS yang mba tanyakan kepada saya, namun penjelasan ini adalah berdasarkan pengalaman saya di dunia Telekomunikasi, yang tentunya berbeda dengan teori yang di materikulasikan di kampus,

Selamat malam pak, pak saya barusan membaca Website anda tentang BTS. saya mau tanya. kriteria lokasi seperti apa yang harus dipertimbangakn dalam pembangunan BTS provider?apakah ketentuan jarak permukiman dengan BTS itu menjadi faktor?lalu dampak2 apa yang akan timbul. Trimakasih pak.

a. Lokasi yang harus di pertimbangkan dalam pembangunan BTS?
Jawab:
1. Lokasi yang akan di cover merupakan daerah potensi dimana di daerah tersebut memiliki pasar yang besar (penduduknya banyak yang merupakan potensi untuk menjadi pelanggan), Daerah wisata, daerah perkantoran, dsb yang memiliki potensi pasar yang baik.
2. Sector yang akan mencover setidaknya memiliki dua atau 3 sector yang bisa mengcover daerah tersebut sampai dengan 5 km ke segala penjuru dari titik BTS tersebut.
3. Di suatu daerah dimana BTSnya sudah dikatakan overload, dengan tingginya tingkat blocking, karena traffic yang tinggi dari pelanggan di daerah/kawasan tersebut, bisa di justifikasikan untuk penambahan BTS di wilayah tersebut, karena BTS yang ada, memiliki traffic yang tinggi, dan perlu adanya penambahan BTS.
4. BTS yang akan di bangun di daerah tersebut, masih dalam linked atau masih bisa dengan baik sebagai penerima transceiver dari jaringan yang terhubung dan terkontrol oleh BSC terdekat.

b. Apakah ketentuan jarak permukiman dengan BTS itu menjadi faktor?
Jawab:
Berikut beberapa argumen mengenai ketentuan jarak permukiman dengan BTS:
1. Yang terpenting adalah titik BTS yang tepat adalah, titik dimana BTS dapat menerima transceiver jaringan dari BTS lainnya yang dalam cakupan BSC terdekat, karena jika di suatu titik (tanah Kosong milik warga yang jauh dari pemukiman) namun tidak bisa menerima pancaran (transceiver) dari BTS lain.
2. Walaupun BTS tersebut berada pada posisi strategis (mean: Banyak perumahan penduduk disana, atau berada di ruko tertentu) tidak menjadi suatu masalah, asalkan sang empunya tanah bersedia untuk di bangun BTS, dan warga sekitar setuju.

c. Dampak yang Timbul?
Jawab:
Dampak yang timbul jik di liat yaitu:

1. Dampak Kerusakan:
- Jika pada saat pembangunan, terjadi kesalahan teknis, dan mengakibatkan robohnya menara BTS dan menimpa perumahan penduduk, itu berakibat kerusakan
2. Dampak Kesehatan:
- Banyak orang awam yang berpikir bahwa Radiasi BTS sama layaknya tower SUTET teganggan tinggi listrik yang berakibat sangat fatal bagi kesehatan warga sekitar, namun secara frekuensi radio, Radiasi BTS sangat di bawah ambang normal, dan bisa di katakan normal dan aman bagi kesehatan, walaupun kita melakukan aktivitas sehari-hari di bawah menara tersebut (such: BTS di atas rumah kita untuk ruko, atau di pembangunaannya berada di samping rumah kita).

Berikut penjelasannya mba heni. Semoga membantu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

hello guys