Selasa, 14 Januari 2014

Introspeksi Diri



 

Bengkulu,
14 Januari 2014


Hari ini tanggal 14 Januari 2014, adalah hari pertama saya untuk mencoba aktif kembali untuk menulis di blog sederhana ini. Kebetulan hari ini adalah libur memperingati hari lahirnya Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Semoga kita sebagai pengikutnya terus bisa menteladani apa yang Beliau titipkan kepada umatnya yaitu Alqur'an dan Hadis. Aamiin.

Malam ini, hujan rintik-rintik menguyur kota Bengkulu. Sehingga banyak orang lebih tertarik untuk tinggal dirumah, dan menghabiskan bercengkrama dengan keluarga di rumah. Fiuhh, yah bagi mereka yang sudah memiliki keluarga. Namun karena saya belum memiliki keluarga, saya gunakan waktu libur ini dengan sebaik-baiknya untuk beristirahat, membuat tesis,membaca,  ngeblog, serta membersihkan seisi rumah, halaman serta kendaraan.

Karena klo kata pepatah, "kebersihan adalah sebagian dari iman", selain itu juga kebetulan karena saya mudah alergi engan debu, maka hampir setiap hari saya harus membersihkan semua sudut rumah baik tempat tidur, lantai rumah, kamar mandi, mobil dan kendaraan saya.

Selain bersih, juga membuat nyaman dan edap dipandang mata jika semua sudut rumah dan kendaraan dalam keadaan bersih. ari ini, ada perasaan yang luar biasa dalam diri saya, sehingga keliatannya saya harus mencoba untuk terus meluangkan waktu untuk terus menulis. Karena dengan menulis saya bisa berkata-kata" atau menceritakan semua permasalahan yang saya hadapi, sehingga bisa sedikit enang dan lebih bersemangat dalam menjalani kehidupan ini.

Menulis menjadi salah satu tumpahan hati saya untuk bisa sharing, karena terkadang ketika kita sharing dengan orang lain, aksud yang mereka tangkap belum tentu sama dengan yang ada dalam persepsi kita.

Perjalanan hidup saya dimulai ketika saat saya kuliah di Padang, salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Nagari Minangkabau tersebut. Saya menyadari bahwa saya kurang telalu suka bergaul kebanyak orang, dalam artian bukan berarti saya menutup diri untuk berteman dan bergaul.

Terkadang saya lebih nyaman untuk menghabiskan waktu saya dengan keluarga, dengan orang-orang yang kita sayangi, membaca, nonton dan kegiatan lainnya. Saya berpikir bahwa setiap kita memiliki kekurangan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan sosial lainnya.

Yang terpenting dalam hidup kita, adalah kita memiliki atittude yang baik, santun dalam berperilaku, tidak merugikan kehidupan orang lain, dan selalu menghargai, dan toleransi kepada orang lain, selain kita menjadi anak yang baik kepada orang tua kita, serta menjadi hamba yang baik kepada Allah SWT.

Ketika di kampus, saya mulai berubah untuk mengenal banyak karakter orang, dari berbagai suku, agama dan sebagainya, saya mengikut berbagai kegiatan organisasi dikampus, mulai dari kegiatan organisasi keagamaan, international exchange org, BEM, ikatan kedaerahan, dan jadi ketua organisasi pasar modal di kampus saya, yang membuat saya belajar untuk terus bergaul dengan banyak karakter orang, bagaimana menghormati orang lain, dan tulus untuk membantu orang lain di perantauan.

Didalam hidup ini, menurut pendapat sederhana saya, ketika kita bisa menjaga sikap kita, berperilaku sesantun mungkin, menghormati dan toleransi kepada orang lain. Dimana segala sesuatu dimulai dari diri pribadi kita sendiri, bukan orang lain. Setiap kita memiliki perbedaan, satu sama lainnya tidak mungkin sama, karena Allah menciptakan umatnya yang berbeda-beda, baik suku, agama, ras, kebudayaan, dan sebagainya yang bukan untuk memecah belah, namun untuk saling menghormati satu sama lain.

Karena kebudayaan itu membuat kita semakin kaya rasa, semakin kaya jiwa, dan semakin mengerti akan keindahan dari berbagai perbedaan yang ada. Treat the people as you want treated, yang artinya ketika kita bisa menghargai orang lain, tentunya orang lain akan menghargai kita.

Sehingga dalam hidup ini, baik dalam pekerjaan, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, kita tidak perlu harus mengeluarkan energi untuk mengeluarkan kata-kata yang tidak baik, keinginan untuk menindas orang lain, ataupun untuk menyakiti orang lain. Karena segala yang hidup ini, ujungnya akan kembali ketanah, artinya segala yang kita miliki tidak akan memiliki arti apapun pada saat kita meninggalkan alam yang fana ini.

Harta, Jabatan, Status Sosial, Istri dan anak-anak kita akan kita tinggalkan, yang terus
mengikuti kita dan membantu kita nanti adalah amal perbuatan kita selama hidup didunia ini. Maka hal yang harus kita lakukan adalah berbuat baik kepada sebanyak orang, menghargai orang lain, santun, dan tentunya menjalankan Ibadah yang baik kepada sang Khalik. Semoga kita termasuk kedalam hambanya yang diberikan jalan yang lurus oleh Allah SWT. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

hello guys