Selasa, 14 Januari 2014

Perkembangan Industri Telekomunikasi 2014

Bengkulu,
14 Januari 2014.

Sudah seringkali saya coba menulis mengenai landscape Perkembangan Industri Telekomunikasi di tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena Pertumbuhan Industri ini sangat tinggi, dengan Growth Industri di tahun 2013 mencapai 7-12%, menandakan bahwa pasar ini terus tumbuh baik dalam hal jumlah pelanggan dan juga Revenue yang didapat dari Operator Telekomunikasi.

Alex J Sinaga, Direktur Utama PT Telkomsel, menyatakan bahwa pada tahun 2014 persaingan industri ini  sudah mencapai posisi saturasi, dimana terjadi Zero Sum Game, yang artinya ketika satu operator tumbuh, maka akan memakan pangsa pasar operator lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan jumplah penetrasi pasar telekomunikasi di Indonesia sudah lebih dari 200 Juta Pelanggan, telah mencapai jumlah total penduduk di Indonesia.

Konsolidasi antar operator tidak dapat dielakkan di industri ini, di tahun 2013, XL Axiata melakukan aksi korporasi dengan berkonsolidasi dengan Axis Telekom Indonesia, yang menandakan bahwa seperti tulisan saya di blog ini, bahwa kedepannya akan terjadi konsolidasi antar operator, karena ketika di suatu negara jumlah operator lebih dari 10 seperti di Indonesia, maka persaingan tidak sehatpun akan muncul, maka perlu konsolidasi ini selain bisa memaksimalkan Frekuensi yang ada sebagai sumberdaya yang terbatas, juga bisa meminimalisasi persaingan bisnis yang tentunya akan merugikan operator itu sendiri, yang bisa menyebabkan colapsnya operator yang tidak kuat secara capital, serta coverage infrastruktur. Seperti di Negara maju lainnya, jumlah operator yang baik disuatu negara yaitu 2-3 operator, sehingga operator bisa melayani dengan lebih maksimal, mendapatkan frekuensi yang banyak, untuk bisa menggelar coverage dengan teknologi terkini misalnya LTE (4G), yang sudah di uji coba oleh beberapa operator di Indonesia beberapa waktu lalu.

Di tahun 2014, menurut analisa saya sebagai seorang pemasar dan terlibat dalam industri ini, konsolidasi tetap akan berjalan, artinya beberapa operator yang memiliki unit bisnis yang "tidak layak" dijalankan, seperti Flexi ataupun Starone, bisa saja melebur dengan Operator Telekomunikasi CDMA lainnya. Selain itu, di tahun ini pertumbuhan market size broadband akan meningkat, sumbangsih pasar internet akan menyumbang lebih dari 20% dari total pendapatan operator selain Pendapatan legacy yaitu Voice dan Sms.

Pada tahun ini, Operator akan berlomba-lomba mengeluarkan produk Paket Internet ke pasar, untuk menarik sebanyak mungkin pelanggan. Hal ini dikarenakan 3 tahun terakhir Demam Smartphone, Tablet sangat tinggi sekali, hal ini ditunjukkan dengan dimana-mana orang internet tidak lagi membutuhkan modem, namun dengan Tablet dan Smartphone mereka bisa terkoneksi Internet dimana-mana. Maka Operator yang memenangkan pasar ini, adalah operator yang bisa membuat produk yang simple dan semenarik mungkin ke pasar, selain terus meningkatkan coverage serta kapasitas Node-B atau 3G existing sehingga pelanggan lama akan puas untuk menggunakan layanan internet operator tersebut.

When you are connected, so you can hold the World.

1 komentar:

  1. kapan ya kira-kira LTE (4G) bisa dipakai di seluruh Indonesia ?

    BalasHapus

hello guys