Minggu, 05 Agustus 2012

Telco Industry Performance in Indonesia

Bengkulu,
03 Agustus 2012

"Laba bersih PT XL Axiata Tbk (EXCL) pada semester I 2012 mengalami penurunan 4,07% dari Rp 1,522 triliun menjadi Rp 1,46 triliun. Turunnya kinerja perseroan karena tingginya beban operasional, meskipun terjadi peningkatan pendapatan usaha" Quote from www.detik.com (01/08/2012).

"Dalam laporan semester I-2012, pendapatan Telkom tumbuh 6,8% atau Rp 36,7 triliun. Kenaikan tersebut antara lain disumbang oleh pertumbuhan pendapatan anak perusahaan di bidang seluler, Telkomsel, sebesar 9,5% atau Rp 25,4 triliun". Quote from www.detik.com (31/07/2012).

Artikel diatas saya kutip dari artikel di Detik.com, dimana kita bisa melihat beberapa operator di Tanah Air saat ini mengalami penurunan Performance, seperti Indosat yang sudah 3 tahun berturut-turun mengalami kerugian, XL Axiata yang performance Laba Bersih perusahaan karena adanya beban operasional yang membengkak, dan Telkom Group yang Pendapatannya tumbuh 6,8%.

Ketika kita berbicara bagaimana meningkatkan performance suatu korporasi, hal yang terpenting yaitu:
  1. Sales Effective, bagaimana kita bisa meningkatkan performance perusahaan dengan program marketing yang tepat sasaran, produk yang diminati pasar, serta produk terdistribusi dengan baik di pasar, sehingga mudah untuk ditemui oleh pelanggan. Hal inilah yang menjadi kunci bagaimana perusahaan bisa meningkatkan penjualannya secara efektif, dengan new wave strategy yaitu low cost, high impact.
  2. Menekan biaya operasional, Biaya operasional sangat dibutuhkan untuk bisa menjalankan perusahaan, namun beberapa hal sangat penting untuk diperhatikan bahwa ketika biaya operasinal semakin meningkat, tentunya yang berpengaruh adalah Laba Bersih, karena Biaya operasional adalah salah satu faktor pengurang Laba Bersih, sehingga ketika perusahaan bisa melakukan efisiensi diberbagai sisi perusahaan, tentunya bisa membantu meningkatkan performance perusahaan.
  3. Be a Market Driver, not Market Follower. Hal ini sangat penting bagi perusahaan incumbent dalam bertahan di pasar. Sebagai market leader, perusahaan harus menjadi pengaruh di industrinya, sehingga ketika melakukan aksi peluncuran produk baru, atau kegiatan-kegiatan lainnya, menjadi referensi bagi market follower.
  4. Fokus pada peningkatan Revenue Perusahaan. Jika kita menilik Telco Industry, alat produksi yang sangat penting adalah BTS atau tower yang merupakan menjadi lumbung Revenue bagi perusahaan, sehingga titik-titik strategis BTS menjadi sangat vital untuk dijaga availabilitynya untuk tetap On, sehingga bisa melayani masyarakat yang ada di daerah tersebut. Selain itu juga peningkatkan New Business (VAS Product) yang menjadi Bisnis baru bagi telco operator selain basic services yang masih hampir menyumbang 70-80% Revenue Industri ini.
  5. Peningkatan QOS (Quality of Service). Hal yang sangat penting dalam perusahaan jasa adalah pelayanan, begitu juga di Telekomunikasi, pelayanan yang terpenting disini adalah Coverage yang luas, kualitas yang baik (untuk Voice, SMS, Internet) yang menjadi kunci utama bagi pelanggan untuk bisa menikmati jasa telekomunikasi dengan lancar.
  6. Point of Service (POS), POS menjadi sangat penting karena menjadi salah satu efforts perusahaan dalam memberikan pelayanan langsung ke pelanggan, melalui titik Service Center, Mitra Dealer, bahkan hingga mitra Outlet menjadi titik penting untuk diperhatikan, karena titik ini pelanggan langsung berhubungan dengan perusahaan dalam hal pelayanan complaint terhadap product serta penjualan product langsung ke pelanggan.
  7. Retention and Customer Loyalty Program. Hal yang terpenting ketika Operator Telekomunikasi ingin mempertahankan pelanggannya sehingga tidak switch ke operator lain adalah melalui program retensi yang dilakukan untuk meningkatkan Customer Satisfaction Index (CSI) dan Customer Loyalty Index (CLI) melalui program loyalty seperti program diskon merchant, program nonton bareng, penukaran POIN dengan hadiah langsung, POIN dengan menit nelpon/sms, sehingga bisa langsung dinikmati oleh pelanggan. Hal ini sangat penting diperhatikan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan.
Saat ini pelanggan sudah semakin pintar, karena pelanggan akan memilih perusahaan yang benar-benar memberikan jasa pelayanan yang sangat baik dari provider yang ada, selain karena banyaknya operator yang ada di Indonesia, membuat masyarakat bebas memilih produk jasa telekomunikasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga Truly operator Telekomunikasi yaitu Operator yang bisa memberikan jasa end to end Telekomunikasi (Voice, SMS, Broadband Internet, VAS), Kualitas Coverage yang baik, Titik pelayanan yang mudah di temui, kemudahan dalam isi ulang, serta inovasi-inovasi yang terus dilakukan oleh Operator untuk memberikan best offering kepada pelanggannya.

Saat ini pelanggan menggunakan hp tidak hanya digunakan untuk berhalo-halo saja, namun juga sebagai identitas diri atau life style yang menunjukan status seseorang. Peluang inilah yang menjadi peluang baru bagi Operator Telco untuk memberikan penawaran yang menarik untuk menyasar segment ini.

Industri Telekomunikasi yang merupakan salah satu faktor pendorong pertumbuhan perekonomian di Indonesia, semoga terus berkembang dengan sehat, dan tidak kalah dengan Telco Industry di negara-negara lain. Amin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

hello guys