Jumat, 06 Januari 2017

Lesson Learn dari Cerita Warisan Kambing

Cerita Warisan Kambing

Bengkulu,
06 Januari 2016.

Siang ini saya mendapat email di milist Serikat Pekerja dari Kang Saiful Islam, yang isinya menurut saya bagus sekali untuk saya sharing kepada rekan-rekan.

Cerita Warisan Kambing.

Ada seorang ayah yang mempunyai 3 orang anak dgn harta sebanyak 19 ekor kambing. Ketika mendekati ajalnya, sang Ayah membagikan warisan kepada ke tiga anaknya dgn PESAN :

1/2 utk anak pertama,
1/4 utk anak kedua,
1/5 utk anak ketiga.

Setelah sang ayah meninggal dunia. Ketiga anaknya membagikan kambing sesuai pesan ayah mereka.

Tapi mereka menemukan kesulitan dan keganjilan:

1/2 x 19 = 9,5 ekor
1/4 x 19 = 4,75 ekor
1/5 x 19 = 3,8 ekor

Pesan ayah mereka memang dengan porsi seperti itu (habis atau pun tidak habis kambing itu. pokoknya porsinya segitu).

FAKTANYA mereka akan mendapatkan bagian kambing yg tidak utuh dan masing2 anak TIDAK MAU MENGALAH lalu mereka bertengkar.

Kabar tentang pertengkaran mereka terdengar oleh seorang bapak miskin yg hanya mempunyai 1 ekor kambing.

Akhirnya sang bapak miskin tadi menemui mereka, dan bersedia dengan ikhlas memberikan 1 kambing nya supaya masing2 anak mendapat bagian yg utuh, sehingga jumlah kambing menjadi 19+1=20 EKOR.

Anak anak itu sangat setuju, dan mereka mulai membagi :

Anak pertama mendapat : 
1/2 x 20 = 10 ekor

Anak yang kedua mendapat bagian :
1/4 x 20 = 5 ekor

Anak yang ketiga mendapat bagian : 
1/5 x 20 = 4 ekor. 

(Masing-masing anak ikhlas & senang mendapat bagian yg utuh).

Dan
totalnya TERNYATA : 10+5+4=19. 
Akhirnya tersisa 1 ekor yang diberikan kembali pada bapak miskin yang bijak tadi. 

Percayalah jika kita memberi dengan ikhlas untuk MENJADI BAGIAN DARI SOLUSI ternyata kita TIDAK KEHILANGAN sesuatu apapun, malah memberi manfaat bagi sesama karena Allah lah yang akan menggantikan semua itu.

Seperti dlm kasus ini walaupun sebenarnya sang bapak yg miskin tidak mengharap kambingnya kembali, krn ia telah ikhlas menjadi bagian dari solusi itu.

HIKMAH DARI CERITA TERSEBUT:

Pertama memang harus ada keikhlasan ketika kita ingin berniat menolong seseorang.
Menolong itu butuh sebuah pengorbanan, dan jangan pernah mengharapkan kembali apa yang sudah kita korbankan. Biarkan Allah SWT yang membalas apa yang sudah kita lakukan. 

Seringkali masalah bisa terselesaikan hanya dengan menggeser sedikit saja sudut pandang dan paradigma, tanpa merubah materi apapun. Ingat, hanya sudut pandang. Meskipun akar permasalahan sama, dengan perspektif yang berbeda akan memberikan solusi yang lebih baik.

Merubah perspektif itu juga butuh pengorbanan. Anda butuh tenaga untuk bergeser dari tempat berdiri Anda saat ini. Namun pengorbanan TERBESAR ANDA adalah 'KERELAAN ANDA' untuk MAU melihat dari sudut yang lain. Normalnya orang akan mati-matian mempertahankan pendapatnya dari sudut pandang ia berdiri saat itu.
Padahal kalau saja kita mau mencoba melihat masalah dari banyak angle yang berbeda, kita akan menemukan sudut pandang terbaik yang lebih jauh sederhana.

"Everything should be made as simple as possible, but not simpler" - Albert Einstein

Segala sesuatu mestinya bisa dibuat seserhana mungkin, namun itu tidak lebih sederhana. Membuat sesuatu terlihat lebih mudah itu bukan sesuatu hal yang mudah. Butuh sebuah proses yang panjang, percobaan berkali-kali, banyak kegagalan dan juga melelahkan.

Bisa membuat semua orang paham dengan permasalahan yang rumit itu juga tidak mudah. Karena Anda butuh menggerakkan orang beranjak dari sudut pandang nyamannya. Memindahkan mindset orang dari comfort zone nya itu susah.. beneran susah. Butuh banyak strategi dan kreatifitas.Ya benar lagi-lagi kreatifitas. Kreatifitas juga masalah sudut pandang. Semakin kaya Anda akan sudut pandang, semakin bijak kita dalam menyelesaikan sebuah masalah. Hanya orang yang gemar mencoba yang akan kaya perspektif dan sudut pandang dalam mencari solusi sebuah masalah.

Yess... creativity dan perspektif itu saudara kandung. Orang yang kreatif selalu bisa melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda. Makanya solusi dari orang kreatif itu biasanya solusi-solusi yang belum pernah dicoba sama orang-orang kebanyakan. Karena mereka memang gampang penasaran, mencoba-mencoba dan mencoba. For a better solution

end of story...


Lesson Learn dari Cerita Warisan Kambing.

Dari cerita diatas, banyak sekali yang bisa kita ambil pelajaran bahwasannya di dalam hidup, kita perlu memiliki helicopter view, untuk bisa melihat segala sesuatu atau masalah yang kita hadapi menjadi lebih simple dan sederhana. 

Terkadang dengan pola pikir saat ini, kita merasa terkukung, merasa hebat, sombong, merasa pintar dan tahu segalanya, padahal diluar sana kita belum apa-apa dibandingkan dengan yang dimiliki orang lain. Terkadang kita harus berpikir berada pada posisi di orang yang kita nilai salah. Misalnya kita memiliki seseorang bawahan, dan ketika ada masalah, yang perlu kita lakukan adalah bagaimana seandainya kita berada di posisi yang bersangkutan, apa yang harus kita lakukan, sehingga kita bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan.

Ego yang sering menghampiri kita adalah keegoisan kita untuk tidak mau mendengarkan masukan dari orang lain, anti kritik, dan merasa terancam ketika mendapatkan masukan dari orang lain. Coba kita ubah pola persepsi kita dengan berpikir positif, mengambil dan menerima setiap masukan yang ada, untuk kita bisa terus memperbaiki diri.

Saya pribadi seringkali gagal untuk hal ini, namun saya sadar bahwa kita akan maju ketika kita mau menerima masukan atau kritikan dari orang lain, terus berpikir positif, terus memperbaiki diri, dan terus berjuang untuk mencapai semua life objective saya.

Perbedaan pendapat itu menjadi hal yang biasa, baik dalam organisasi atau bisnis yang kita pimpin, bahkan dalam rumah tangga dan keluarga sekalipun, gesekan-gesekan tentunya seringkali terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menghadapi permasalahan tersebut dengan dewasa, rendah hati, mengijak ego kita, untuk mencapai sesuatu yang lebih besar lagi.

Semoga cerita diatas bisa menambah wawasan kita untuk terus bijak dalam berpikir, dan bijak dalam bertindak.

Semangat Pagi dan Terus Berkarya.

Salam.
Bambang Purnomo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

hello guys