Thursday, September 10, 2015

Kisah Seorang Pria, Anaknya dan Sang Keledai

Bengkulu,
10 September 2015.

Sebenarnya saya sudah lama sekali ingin menuliskan Kisah Seorang Pria, Anaknya dan Sang Keledai. Karena menurut pandangan saya, ceritanya sangat menyentuh, dan ada nilai-nilai moral yang bisa kita ambil untuk menjadi pribadi yang berpendirian teguh, berintegritas, dan percaya pada diri sendiri.

Cerita ini banyak sekali ditemukan di Internet, namun saya tertarik untuk menyadur cerita ini dari Blog www.andriwongso.com, berikut kisahnya:
---------------------------------------------------------------------



Alkisah ada seorang pria dan anak laki-lakinya pergi ke pasar dengan membawa keledai mereka. Saat berjalan di pinggir jalan, mereka berpapasan dengan seorang warga desa. Orang itu berkata, "Payah sekali, buat apa bawa keledai kalau tidak dinaiki?"
 
Setelah itu, pria pemilik keledai menaikkan anaknya ke atas keledai dan mereka meneruskan perjalanan. Tapi sesaat kemudian, mereka kembali berpas-pasan dengan sekelompok pria. Salah satu dari mereka berkata, "Lihat anak malas itu. Ayahnya dibiarkan berjalan sedang dia sendiri naik di atas keledai."
 
Kemudian, pria itu menyuruh anaknya turun dan dia sendiri naik ke atas keledai. Tetapi, mereka belum berjalan jauh ketika mereka bertemu dengan dua wanita. Salah satu dari wanita itu berkata pada temannya, "Tak tahu malu orang udik itu. Masa anak kecilnya dibiarkan berjalan."
 
Mendengar omongan wanita itu, pria pemilik keledai itu menjadi bingung. Akhirnya, pria itu mengangkat anaknya untuk duduk di atas keledai. Ketika mereka tiba di kota, orang-orang yang lewat mencemooh dan menunjuk ke arah mereka. Pria pemilik keledai berhenti dan bertanya apa yang mereka olokan. Orang-orang itu berkata, "Tidakkah kau malu membebani keledai malangmu itu dengan kalian berdua?"
 
Pria itu dan anaknya turun dari keledai dan berusaha keras mencari jalan keluar. Mereka terus berpikir, hingga akhirnya mereka memotong sebatang galah. Kaki-kaki keledai itu diikatkan pada galah. Pria itu dan anaknya mengangkat keledai itu dengan batang galah itu dan memanggulnya. Mereka terus berjalan di tengah tertawaan banyak orang yang berpas-pasan dengan mereka hingga akhirnya mereka tiba di sungai dekat pasar. 

Saat itu karena salah satu kaki keledai itu lepas dari ikatan, si keledai menendang dan menyebabkan anak laki-laki itu menjatuhkan pegangannya pada galah. Sambil meronta-ronta, akhirnya keledai itu terjatuh ke sungai dengan kaki depannya masih dalam keadaan terikat. Keledai itu pun tenggelam.
---------------------------------------------------------------------


Ada beberapa poin yang menurut hemat saya yang perlu kita tarik dari Life Lesson di kisah ini, yaitu: 

  • Try to please everybody, and you will please nobody, not even yourself.  Jika kita melakukan sesuatu hanya untuk menyenangkan setiap orang, maka sesungguhnya anda tidak menyenangkan siapapun, meskipun itu diri anda sendiri. Kita tidak perlu dan tidak bisa menyenangkan semua orang. Jika kita tidak punya pendirian yang benar dan konsisten seperti pria pemilik keledai tadi, kita akan mudah terombang-ambing oleh perkataan dan cemoohan orang lain. Padahal belum tentu apa yang dikatakan atau dicemoohkan orang lain tentang diri kita, benar adanya. 
  • Listen to Your Heart. Inilah yang menurut saya kekuatan dari semua yang ada di dalam hidup kita. Dengarkan apa yang dikatakan hatimu, believe dan lakukan dengan persistence, untuk menggapai semua cita dan impian kita.
  • Pray to God. Berdoa dan mermunajat kepada Sang Maha Pencipta, Sang Maha Pemberi, adalah segala-galanya tempat kita untuk mengadu dan meminta petunjuk atas segala perjalanan hidup kita. Sebagai manusia, kita tempatnya salah, dan apa yang kita lakukan terus kita perbaiki, bertaubat, dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Jika kita meyakini betul bahwa tindakan kita itu benar, tidak merugikan sesama, dan tidak melanggar norma-norma yang ada di masyarakat, filter lalu ambilah apa yang baik dan positive menurut kita, atau terus melangkah maju berdasarkan intuisi dan mata hati kita.


Selamat Sore dan Selamat Berkarya.




No comments:

Post a Comment

hello guys