Kamis, 13 Agustus 2015

Pesona Wisata Kota Bengkulu - Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

  
Caption: Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu.

Bengkulu,
13 Agustus 2015.

Sebagai Founding Fathers Indonesia, Soekarno atau juga dikenal Bung Karno, tersohor tidak hanya seluruh Bangsa Indonesia, namun hingga keluar negeri. Hal ini karena sebagai sosok yang kharismatik dan diplomat ulung, beliau memainkan peranan penting dalam memerdekan bangsa Indonesia dari Penjajahan Belanda. Soekarno dan Muhammad Hatta adalah Proklamator Kemerdekaan, dan menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang menjabat pada periode 1945 hingga 1966.

Ir. H. Soekarno dilahirkan di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 06 Juni 1901. Nama lahir beliau adalah Koesno Sosrodiharjo. Beliaulah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia. Beliau meninggal di Jakarta pada 21 Juni 1970 pada umur 69 Tahun, dan di kebumikan di Blitar, Jawa Timur. 

Sebagai sosok yang dikagumi oleh Bangsa Indonesia dan Bangsa lain di Dunia, saat ini jika berkesempatan berkunjung ke Madame Tussauds di Singapore dan Bangkok, anda bisa berkesempatan untuk berfoto bersama foto lilin beliau, dimana beliau di sejajarkan dengan pemimpin-pemimpin terbaik dunia lainnya. We proud of you Pak !!!...

 
Oke baiklah, setelah sedikit menceritakan Profil singkat Sosok Bung Karno, saya akan memberikan sedikit informasi lain mengenai salah satu pesona wisata yang patut anda kunjungi ketika berada di Bengkulu. Rumah Pengasingan Bung Karno yang berada di Kelurahan Anggut, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu sekitar 500 m dari Simpang Lima Bengkulu (Pusat Nol Km-nya Bengkulu), yang merupakan saksi bersejarah bahwa Bung Karno pernah berada di Bengkulu. 

Rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu adalah tempat tinggal orang Cina yang bernama Tan Eng Cian, yang merupakan pengusaha yang mensupply bahan pokok untuk kebutuhan Pemerintahan Kolonial Belanda. Soekarno menempati rumah tersebut dari tahun 1938 hingga tahun 1942. 
  

Rumah yang dibangun pada awal abad ke-20 ini berbentuk empat persegi panjang. Bangunan ini tidak berkaki dan dindingnya polos. Pintu masuk utama berdaun ganda, dengan bentuk persegi panjang. Bentuk jendela persegi panjang dan berdaun ganda. Pada ventilasi terdapat kisi-kisi berhias. Rumah dengan halaman yang cukup luas ini memiliki atap berbentuk limas. Luas bangunan rumah ini adalah 162 m2, dengan ukuran 9 x 18 m.


Di dalam rumah pengasingan ini tersimpan benda-benda peninggalan Bung Karno yang memiliki nilai sejarah. Benda-benda tersebut merupakan saksi bisu yang menemani sang Proklamator dalam menyusun strategi-strategi perjuangan selama di pengasingan. Meskipun rumah ini tidak terbilang besar, namun pembagian ruang dan penataan benda-benda berharga tersebut cukup rapi dan teratur.

Di teras, selain meja dan kursi, ada dua lemari kecil, satu untuk menyimpan berbagai jenis suvenir dan satu lagi menjadi tempat menyimpan makanan khas Bengkulu dan berbagai jenis kue lainnya. Bergeser sedikit ke dalam rumah, pengunjung dapat menjumpai sepasang kursi tua. Di sisi kanan terdapat tiga buah kamar dan di sisi kiri terdapat dua kamar tidur. Di dalam kamar tidur terdapat ranjang besi yang merupakan tempat tidur Bung Karno saat ia menghuni rumah ini. Di dalam satu dari tiga kamar lainnya, yang terletak di bagian depan, terpajang duplikat sepeda tua, kendaraan yang biasa dipakai Bung Karno untuk bepergian ketika itu.  Dan biasanya setiap wisatawan yang berkunjung ke Rumah ini, pasti memotret sepeda yang memiliki nilai sejarah tinggi ini.

 

Di kamar paling tengah ditempatkan sebuah lemari gandeng berukuran 2 x 1,5 meter, tempat buku koleksi Bung Karno dipajang. Sebuah lemari pakaian menyimpan pakaian serta beberapa benda bekas pemain sandiwara ketika itu, seperti kebaya dan payung tua terbuat dari kertas. Semuanya telah tampak usang dan pudar warnanya. Dan dibagian belakang rumah terdapat kamar mandi dan gudang serta ada sumur, yang konon katanya jika mencuci muka dengan air dari sumur tersebut, akan awet muda. wallahualam bissawab.


Klo kita berkunjung di akhir pekan, rumah pengasingan Bung Karno ini banyak sekali di kunjungi wisatawan, apalagi pada saat liburan sekolah, pengunjung biasanya ramai sekali. Untuk masuk kedalam Rumah Bung Karno ini, pengunjung cukup membayar Rp 5.000,- per orang. Dan bagi anda yang datang ke Bengkulu tidak lengkap rasanya jika tidak meluangkan waktu sejenak untuk mengunjungi rumah bersejarah ini.

Bagi anda yang telah menonton Film Soekarno – Indonesia Merdeka (2013), karya Hanung Bramantyo. Sosok Soekarno di Film ini dimainkan dengan baik oleh Ario Bayu. Saya dan istri Alhamdulillah telah menonton Film ini. Di cerita ini juga mernceritakan bahwa Bung Karno jatuh hati pada Gadis Cantik bernama Fatmawati pada saat beliau diasingkan di Bengkulu. 

Padahal saat itu Soekarno masih menjadi suami Inggit Garnasih, perrempuan yang menjadi perisai baginya tatkala di penjara dan dibuang. Namun terlepas dari cerita cinta Bung Karno, bahwa Ibu Fatmawati lah yang menemani Bung Karno ke Masa Kemerdekaan RI, dan beliaulah yang menjahit Bendera Sang Saka Merah Putih pertama kali. Dan di Rumah pengasingan Bung Karno ini di sudut ruangan Kamar belakang, kita bisa melihat foto-foto Ibu Fatmawati pada saat masih mudanya yang ayu nan rupawan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Sebagai salah satu peninggalan bersejarah, Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu ini, harus terus kita jaga dan lestarikan sebagai warisan bagi anak cucu kita. Bahwa pernah suatu waktu ada pemimpin besar negeri ini diasingkan di Bengkulu. Sehingga Bangsa Indonesia menjadi Bangsa yang besar namun bermartabat dengan memegang teguh keluhuran dari Founding Fathers dan Para Pahlawan Bangsa kita.

Sources:

#MelukisBengkuludiAwan (MBA)
#TelkomselBranchBengkulu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

hello guys