Senin, 05 Januari 2009

Customer Value Proposition (case study PT Telekomunikasi Seluler)

Medan
January 5, 2008

Dalam postingan kali ini saya melihat dari sisi customer behavior, karena selama ini banyak yang melihat objek penelitian adalah company dan industrinya. Saat ini saya mencoba untuk sedikit mempelajari pola behavior dari customer, sehingga untuk mempelajari ini, mahasiswa yang mengambil jurusan manajemen, khususnya kosentrasi Manajemen Pemasaran, dimana Customer Behavior ini menjadi mata kuliah yang sangat penting, karena dengan mempelajari ini, kita bisa mengetahui pola-pola buying behavior dari customer, dan aspek-aspek yang mempengaruhinya.

Customer adalah user atau orang yang menggunakan produk atau jasa kita, misalnya incase Telkomsel, customernya adalah pelanggan kartu SimPATI, kartu AS, Kartu HALO.
Kita melihat bahwa dengan memperhatikan nilai-nilai dan pola prilaku customer kita bisa memposisikan market kita bagaimana di pasarnya, kita bisa menetapkan kebijakan strategi di pasar, dan bisa mendriven pasar.

Kita ambil contoh analisis adalah pasar pelajar dan mahasiswa, incase kita perhatikan bahwa pelajar dan mahasiswa adalah pasar yang cukup besar, dan mereka sangat price sensitive, mereka prefer ke operator yang memberikan layanan sms murah, dan telpon murah, sehingga dalam hal ini Telkomsel melihat dari pola prilaku pasar ini, dan mereka mencreate produk yang cocok dengan pasar pelajar dan mahasiswa, yaitu Kartu AS, dengan saat ini melakukan proposition Forever Kartu AS, Telkomsel memposisikan Kartu As, sebagai kartu yang asyik, affordable, flexible, trendy, lengkap dan kaya akan fitur, dan tentunya mempunyai kualitas yang baik dalam hal networks coverage yang di dukung oleh 27000 BTS Telkomsel yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk mempertahankan customer loyalnya, Telkomsel harus terus selalu memberikan pelayanan yang terbaik ke customernya, dan tentunya pelayanan di jaringan yang ada saat ini, sehingga walau operator laen menawarkan tarif yang menggiurkan, pelanggan loyal tidak akan switch ke operator laen.

Dengan memilik lebih dari 50 juta pelanggan di Indonesia, Telkomsel memilik market yang sangat besar, namun juga competitor mulai melakukan market grabbing dari pelanggan Telkomsel, sehingga apa yang di lakukan saat ini, dengan srategi SOMO yang efektif, yaitu Sight, Media, dan Motion sangat membantu dalam melakukan branding Telkomsel ke seluruh user, dan user baru.

Incase Telkomsel mempunyai kekuatan dalam hal funding di Marketing communication nya, karena mereka sampai di daerah pun, bilboard yang berada pada tempat strategis, pasti telah di kuasai oleh mereka, sehingga ketika kita jalan keluar kota, pasti kita lihat Billboard atau sign board Telkomsel berada di mana-mana, dan inilah yang menjadi kekuatan Telkomsel selain kekutaan di Jaringan yang tidak bisa di tandingin oleh Operator laen di Indonesia.

Ketika pelanggan loyal, maka akan susah bagi operator lain untuk mempengaruhi mereka untuk pindah menggunakan kartu seluler lain. Telkomsel selalu memberikan yang terbaik, baik dari pelayanan, Jaringan, fitur-fitur yang lengkap, dan tarif yang cukup competitive.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

hello guys