Senin, 25 Januari 2010

Hati adalah Cerminan Diri


Palembang,
Januari 2010

"Hati adalah cerminan diri kita, layaknya sebuah cermin, apabila selalu digosok, dengan kain yang bersih, ia akan memberikan pantulan yang bersih dan bening, setiap orang akan bisa melihat dirinya dalam cerminan tersebut, namun jika kita biarkan berdebu, dan akhirnya berkarat bayangan yang timbul akan semuram cermin tersbut, tinggal kita memilih, mau selalu membersihkan hati atau tidak."

Cuplikan kata-kata ini saya tarik beberapa poin yang bisa kita maknai salah satu cuplikan buku Bidadari tak bersayap:

1. Terkadang kita selalu menilai diri orang lain, namun sangat tidak pernah untuk melakukan introspek diri sendiri, sehingga ketika ada masalah orang lain, maka dengan cepat kita ingin tahu, ikut bergunjing dan bergosip, dan gosip atau dalam Islam di sebut Ghibah sangat di di benci oleh Allah, sehingga berusaha dari diri sendiri untuk menghindari perbuatan ini.
2. Berbuat baik, rendah hati, selalu membantu sesama, murah senyum, ikhlas dan bersyukur, merupakan beberapa poin yang sangat sulit untuk kita lakukan, namun bisa di ketika dari dalam hati, dengan ketulusan hati, untuk melakukan ini semua.
3. Hati yang baik, hati yang di gunakan untuk merasa yang baik, tentunya akan berpengaruh terhadap prilaku yang di timbulkan oleh si empunya hati.

Semoga kita berusaha untuk belajar untuk menjaga hati dari semua penyakit hati.

Hati yang bersih, akan menggambarkan kepada prilaku sang empunya hati,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

hello guys