Jumat, 15 Januari 2010

Professionalitas, Pembajakan, HR Consultant, dan Kutu Loncat


Palembang,
16 January, 2010

Beberapa waktu yang lalu, saya di telpon oleh seorang Professional di bidang HR Consultant di Jakarta. Beliau menawarkan suatu posisi di Samsung Indonesia. Beliau melihat pengalaman kerja saya di HP Indonesia selama 2 tahun, dimana saya cukup mempunyai pengalaman di bidang market research, business channel development, marketing event, promo, and strategic planning of development of an area. Dan dengan pengalaman saya di Telkomsel sebagai business development analyst, market strategy, budget allocation, promo and events program, channel development, and New Business development untuk Regional Sumbagsel.

Dengan tingginya tingat permintaan terhadap professional di suatu posisi untuk perusahaan yang membutuhan skill ini, maka banyak sekali bermunculan HR Consultant yang memiliki kemampuan untuk memberi solusi kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Hal ini menjadi pertanda bahwa, keberadaan Human Resources Departement juga membutuhkan external party dalam melakukan suatu rekrutmen untuk mengisi suatu posisi di perusahaan tersebut.

Tingginya tingkat turnover Professional di bidang IT dan Telekomunikasi, merupakan pertanda bahwa semakin majunya, dan bebasnya ketenaga-kerjaan di Indonesia, para professional bisa pindah ke perusahaan satu ke perusahaan lain dalam bidang yang sama menjadi sangat tinggi, hal ini di rasakan dengan semakin ketatnya persaingan di dunia yang menggurita ini, perusahaan tentunya ingin mencari professional terbaik, untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaannya. Sehingga banyak sekali kita lihat para professional di bajak dari suatu perusahaan ke perusahaan lain, dengan tawaran posisi yang lebih baik, dan tentunya dengan Gaji yang jauh lebih besar.

Sebagai sifat dasar manusia, kita selalu tidak pernah puas dengan apa yang kita miliki saat ini, hal ini memicu kita untuk menjadikan kita selalu tidak puas dan dengan adanya tawaran-tawaran ini, banyak para professional berpindah karena alasan-alasan ini.
Berikut beberapa alasan kenapa seorang professional berpindah dari satu posisi ke posisi ke perusahaan lain di industry yang sama atau berbeda:

1. Memperoleh posisi yang lebih baik,
2. Memperoleh Renumeration Package yang lebih baik,
3. Status dan Aktualisasi diri,
4. Personal Value dan Peningkatan Professionalitas (Tantangan Baru).

Beberapa alasan mengapa para professional hengkang, dan di bajak oleh perusahaan lain adalah karena mereka mencari suatu tantangan yang baru, sehingga mereka ingin mencoba sesuatu yang baru. Selain itu juga kenyamanan dan kondisi kerja juga sangat mempengaruhi seorang professional itu hengkang dari perusahaan yang satu, ke perusahaan yang lain.


Di dunia Telekomunikasi yang saya geluti saat ini, aroma saling bajak-membajak professional pun tidak bisa dielakkan, dengan kebutuhan dan persaingan di industri yang sangat tinggi ini, maka banyak para professional yang berpindah posisi di Industry yang sama, baik pindah antar sesama operator, atau pindah ke vendor. Hal ini mengakibatkan persaingan yang sangat tidak sehat, sehingga HRD dan Manajemen di perusahaan telekomunikasi selalu berusaha untuk mempertahankan para professionalnya, di antaranya dengan memberikan Renumeration Package yang sangat baik, hal ini di identifikasikan dengan cukup tingginya rata-rata Salary Package di industry Telekomunikasi di bandingkan industry lain.

Dari penawaran yang menarik yang di berikan oleh HR Consultant ini, saya menolak secara halus, hal ini di karenakan dunia Telekomunikasi bagi saya, merupakan dunia yang sangat saya cintai, hal ini di karenakan komunikasi pasti di butuhkan, karena kebutuhan dasar manusia, dan Telkomsel sebagai perusahaan Telekomunikasi terbesar ke 6 di dunia, dengan jumlah pelanggannya lebih dari 82 Juta Pelanggan, merupakan kebanggan bagi saya untuk tidak akan berpaling ke operator, atau perusahaan lain.

Faktor yang menjadi alasan dan faktor yang mempengaruhi untuk ini yaitu, bagi saya kenyamanan dalam bekerja adalah segala-galanya, dengan sumbangsih yang selalu kita berikan yang terbaik bagi perusahaan, saya rasa kita pasti akan selalu terus maju dan berkembang, asalkan kita selalu mau untuk mempelajari hal-hal yang baru.

Gaji yang besar, fasilitas yang lengkap, tetapi tidak di dukung dengan kenyamanan kita untuk mengembangkan suatu career path, dan professionalisme seseorang, merupakan menjadi faktor bagi kita untuk tetap bertahan di suatu perusahaan yang kita cintai. Selain itu kita harus memiliki paradigma bahwa jangan cintai atasan, perusahaan kita, namun cintailah profesi kita, be professional, dan belajar, dan selalu belajar untuk lebih maju.

Telkomsel sebagai perusahaan Telekomunikasi terbesar di Indonesia, menjadi perusahaan terbaik untuk bekerja dari berbagai survey, sehingga banyak di beri penghargaan dari banyak Lembaga baik dari dalam dan Luar Negeri, hal ini juga di buktikan dengan rendahnya tingkat Turn-Over Labor Rate karyawan di lingkungan Telkomsel.

Terus Mencintai profesimu, professional, dan terus belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hello guys