Jumat, 15 Januari 2010

Lenovo Thinkpad Series SL 400


Palembang,
January 16, 2010

Beberapa waktu yang lalu, saya berkomunikasi melalui media e-mail, ke rekan saya yang bekerja di salah satu principal IT di Kantor Pusat Lenovo di Jakarta. Beliau dulu sama-sama bekerja di perusahaan ini. Saya menanyakan kepada beliau untuk Tipe Thinkpad Series yang sangat melegenda itu, karena saya cukup berkesan ketika memiliki notebook ini, karena pernah menggunakan notebook ini, dan sekarang saya wariskan kepada saudara perempuan saya.

Saya tertarik untuk memiliki notebook ini, karena di samping karena ketahanannya, saya menyukai notebook ini, karena sebagai notebook kelas business yang di tujukan kepada professional yang membutuhkan ketahanan di baterai, ketahanan di fisik notebook itu sendiri, saya mendapatkan disini, hal ini juga didukung bentuknya yang sangat kokoh, menggambarkan sesosok yang anggun, dan kuat alias tahan banting.

Dalam hal ini saya tidak merekomendasikan atau melakukan promosi, hanya kilas balik saja, bahwa sebelum devisi notebook dan PC IBM di jual ke Lenovo, product ini merupakan salah satu product dari IBM, yang terkenal untuk notebooknya yaitu IBM Thinkpad, namun kira-kira tahun 2005, IBM menjual devisi ini kepada Lenovo, salah satu vendor pabrikan asal Negeri Tirai Bambu. dan pada penghujung tahun 2007, saya mendengar bahwa Devisi Low-end Server IBM, kembali di jual kepada Pabrikan ini. Hal ini di lakukan oleh IBM, sebagai bentuk focus centric kepada unit business yang menjadi competitiveness, dan andalannya yaitu Mainframe dan Solarisnya.

Ketangguhan notebook ini di buktikan dengan banyaknya engineer yang menggunakan notebook ini untuk mensupport pekerjaan sehari-harinya, seperti Pekerja Telekomunikasi, Engineer di Oil and Gas Industry dsb. Sebagai bentuk manifestasi dari IBM Thinkpad series, Lenovo tetap menggunakan merek dagang Thinkpad, hal ini dikarenakan brand image yang mengakar di dunia, bahwa notebook ini merupakan notebook yang berkualitas, dengan harga yang worth-it, artinya dengan kualitas yang baik, dengan harga presisi cukup mahal di bandingkan sekelasnya.

Dari Rekomendasi Rekan saya di Lenovo tersebut, saya mengkontak salah satu distributornya di Palembang, yang juga saya kenal baik dengan beliau. Dan saya di berikan harga yang cukup menarik, dengan potongan sekitar 40 USD. Cukup lumayan bukan?..

So, Ketika kita memilih notebook, hal yang harus di perhatikan adalah, apakah notebook tersebut cocok untuk kebutuhan kita, apakah untuk bekerja, untuk hiburan, bermain game, atau hanya untuk sekedar browsing, dan hanya untuk mengerjakan fungsi dasar, seperti mengetik, dsb. Karena perbedaan kebutuhan notebook ini akan membedakan atas tipe product, specifikasi product, dan tentunya harga.

So, Pilih yang terbaik ketika kita akan membeli product, dan kenali kebutuhan anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hello guys